Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan BEP dalam Sosialisasi Teh Kombucha untuk Dorong Pemberdayaan Ekonomi Warga Dawungan

Mahasiswa KKN Tim II Undip memberikan sosialisasi pembuatan teh kombucha kepada kelompok ibu-ibu PKK di Balai Desa Dawungan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini turut mengenalkan perhitungan Break Even Point (BEP) sebagai bekal bagi masyarakat dalam mengembangkan kombucha menjadi produk usaha yang bernilai ekonomi.

SRAGEN — Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan sosialisasi pembuatan teh kombucha di Balai Desa Dawungan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, pada Kamis (13/8/2026). Kegiatan yang dihadiri oleh lebih dari 15 warga dari kelompok ibu-ibu PKK ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan produk olahan yang berpotensi menjadi peluang usaha.

Salah satu materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut adalah Break Even Point (BEP) atau titik impas. Materi ini disampaikan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya perhitungan biaya dan target penjualan apabila teh kombucha dikembangkan sebagai produk usaha.

Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa BEP merupakan kondisi ketika total pendapatan dari penjualan sama dengan total biaya yang dikeluarkan. Dengan mengetahui BEP, pelaku usaha dapat menentukan jumlah minimal produk yang harus terjual agar biaya produksi dapat tertutupi sebelum memperoleh keuntungan.

Untuk mempermudah pemahaman, mahasiswa memberikan simulasi perhitungan BEP menggunakan produk teh kombucha. Berdasarkan total biaya produksi sebesar Rp29.184, harga jual sebesar Rp12.000 per botol, dan HPP sebesar Rp2.918 per botol, diperoleh margin kontribusi sebesar Rp9.082 per botol. Dari perhitungan tersebut, BEP diperoleh sebesar 3,21 botol dan dibulatkan menjadi 4 botol.

Melalui simulasi tersebut, peserta diberikan gambaran bahwa penjualan minimal empat botol diperlukan untuk mencapai titik impas berdasarkan perhitungan yang digunakan. Penjualan setelah melewati titik tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap keuntungan usaha.

Selain materi BEP, kegiatan juga diisi dengan pengenalan dan praktik pembuatan teh kombucha. Peserta diberikan penjelasan mengenai bahan yang digunakan serta tahapan pengolahan hingga produk siap dikembangkan. Dengan menggabungkan keterampilan produksi dan pengetahuan dasar pengelolaan keuangan, masyarakat diharapkan memiliki bekal yang lebih lengkap untuk mengembangkan produk menjadi peluang usaha.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN Tim II UNDIP dalam memberikan pengetahuan yang aplikatif kepada masyarakat Desa Dawungan. Melalui pengenalan teh kombucha dan perhitungan BEP, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan keterampilan sekaligus memiliki pemahaman yang lebih baik dalam merencanakan dan mengelola usaha secara sederhana dan terukur.

  • Isna Noviana Basuki
  • Mahasiswa Akuntansi Perpajakan, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!