Optimalisasi Branding UMKM Desa Sukorejo: Desain Logo dan Label Kemasan Produk Lele Marinasi Deworejo

Sragen, 08 Agustus 2026 — Potensi perikanan dan sumber daya lokal di Desa Sukorejo terus dikembangkan melalui berbagai inovasi yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan produk olahan berupa Lele Marinasi Deworejo, yang dikembangkan bersama Ibu-Ibu PKK Desa Sukorejo.

Produk Lele Marinasi Deworejo merupakan salah satu bentuk pengolahan ikan lele menjadi produk yang lebih praktis dan memiliki nilai tambah. Produk ini hadir sebagai lele yang telah melalui proses marinasi dengan berbagai bumbu, sehingga konsumen dapat lebih mudah mengolahnya di rumah. Selain menawarkan kepraktisan, produk ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu produk olahan yang memiliki identitas khas Desa Sukorejo.

Pengembangan produk ini diawali melalui kegiatan yang dilakukan oleh KKN Tim 1, yang bersama Ibu-Ibu PKK memberikan pelatihan mengenai proses pembuatan lele marinasi. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pengolahan lele menjadi produk yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Selanjutnya, KKN Tim 2 melanjutkan pengembangan produk melalui aspek branding dan identitas produk. Pengembangan branding dilakukan sebagai upaya agar produk yang telah dibuat tidak hanya memiliki kualitas dari sisi pengolahan, tetapi juga memiliki identitas yang mudah dikenali oleh masyarakat.

Branding menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan sebuah produk. Nama, logo, warna, dan kemasan dapat membantu membangun karakter suatu produk sekaligus membuatnya lebih mudah dikenali oleh konsumen. Oleh karena itu, pengembangan identitas Lele Marinasi Deworejo dilakukan dengan mempertimbangkan karakter produk serta keterkaitannya dengan Desa Sukorejo.

Dalam prosesnya, KKN Tim 2 menyiapkan beberapa alternatif desain logo dan identitas visual untuk produk. Alternatif tersebut kemudian diperkenalkan kepada Ibu-Ibu PKK untuk mendapatkan masukan dan menentukan desain yang paling sesuai dengan karakter produk yang ingin dikembangkan.

Hasil pengembangan tersebut menghasilkan identitas “Lele Marinasi Deworejo” dengan identitas pendukung “Dapur Ibu PKK”. Nama “Deworejo” diambil sebagai bagian dari identitas produk, sementara “Dapur Ibu PKK” menunjukkan keterlibatan dan peran Ibu-Ibu PKK dalam pengembangan produk tersebut.

Logo dan label produk juga dirancang dengan menggabungkan berbagai unsur yang berkaitan dengan produk dan lingkungan desa. Ilustrasi ikan lele menjadi elemen utama yang menggambarkan bahan baku produk, sedangkan ilustrasi rempah-rempah menggambarkan bumbu yang digunakan dalam proses marinasi.

Identitas visual produk menggunakan perpaduan warna yang memberikan kesan hangat, alami, dan dekat dengan produk pangan rumahan. Sementara itu, elemen rumah pada logo “Dapur Ibu PKK” menggambarkan suasana rumah dan kegiatan pengolahan pangan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Selain logo, pengembangan branding juga diterapkan pada desain label kemasan. Label tersebut memuat informasi produk seperti nama produk, komposisi, tanggal produksi, batas konsumsi, serta kontak yang dapat dihubungi. Pencantuman informasi tersebut diharapkan dapat membuat kemasan terlihat lebih informatif sekaligus memberikan identitas yang lebih jelas bagi produk.

Pada label produk, komposisi yang dicantumkan meliputi lele, bawang putih, garam, ketumbar, lada, kunyit, jahe, dan penyedap rasa. Informasi tersebut menjadi bagian dari identitas produk sekaligus memberikan gambaran kepada konsumen mengenai bahan yang digunakan.

Pengembangan Lele Marinasi Deworejo tidak hanya berfokus pada tampilan produk, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dalam menentukan identitas produk. Ibu-Ibu PKK diberikan kesempatan untuk memberikan pendapat terhadap alternatif desain yang telah disiapkan. Dengan demikian, hasil branding diharapkan dapat merepresentasikan produk yang dikembangkan bersama dan sesuai dengan karakter masyarakat Desa Sukorejo.

  • Joice Sitinjak, Chintya Kusuma Ningrum, M. Rafi Luqmanul Hakim
  • Mahasiswa KKN-T 42, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!