Kontribusi Mahasiswa Magang Upgris dalam Penerbitan KTM Undip-Bank BTN
Semarang, Agustus-September 2026
PT Bank Tabnungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Bersama Universitas Diponegoro (UNDIP) meluncurkan kartu tandamahasiswa (KTM) Co-Branding sebagai bagian dari Upaya digitalisasi kampus. Peluncuran KTM Co-Branding BTN-UNDIP digelar di sela penerimaaan mahasiswa baru UNDIP tahun ajaran 2026/2027. Sekitar 17.000 mahasiswa baruUNDIP pada tahun ajaran ini akan menggunakan KTM berteknologi mutakhir dari BTN sejak hari pertamaperkuliahan.
Kartu ini telah terintegrasi penuh ke dalam ekosistem digital kampus, dimana kartu tersebut berfungsi sebagai identitasresmi mahasiswa , terhubung langsung dengan rekeniningTabungan. Tahap akhir dari alur pembagian KTM ini adalahproses aktivitas layanan perbankan digital untuk memastikankartu dapat langsung digunakan secara optimal oleh mahasiswa.
Selain aspek administrasi,mahasiswa magang dan timoperasioanl turut memandu proses digital secara langsungkepada para mahasiswa baru. Selain itu, pembuatan pin keamanan kartu ATM/Debit hingga ptoses aktivasi Bale by BTN DI ponsel masing masing mahasiswa.
Dengan pengaktifan fitul digital ini, mahasiswa tidak sekedarmemperoleh kartu identitas fisik,melainkan langsungterintegrasi dengan ekosistem keuangan kampus untukkebutuhan transaksi harian maupun pembayaran biayapendidikan.
Kontibusi mahasiswa magang UPGRIS dalam penerbitanKTM UNDIP – BANK BTN, mahasiswa magang Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) ikut terlibat aktif dalampenerbitan kartu tanda mahasiswa (KTM) Universitas Diponegoro (UNDIP) hasil kerja sama dengan Bank BTN. Peran mereka cukup krusial di lapangan , mulai darimengecek kesesuain data, mengawal proses cetak, hinggamembantu alur distribusi KTM. Keterlibatan ini membantumenjaga proses pelayanan berjalan lancar dan minim kendala.
Puncak dari implementasi keterampilan tersebut terwujudmelalui keterlibatan langsung dalam proyek strategispendistribusian 17.000 kartu tanda mahasiswa (KTM) Universitas Diponegoro. Dalam proyek ini tidak hanyaberfokus pada serag terima kartu secara fisik, tetapi juga mencakup pengelolaan logistic distribusi, verifikasi identitasmassal hingga penyelesaian kendala pencocokan data dilapangan.
Seluruh pengalaman operasional dan proyek yang telahdilaksanakan memberikan berbagai wawasan sertaketerampilan praktis baru dibidang administrasi perbankandan pelayanan publik. Selain itu, interaksi langsung dalammemberikan pelayanan kepada mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP).
- Mirza Ardiya Argarini
- Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia
- Setuju





