Kolaborasi Mahasiswa KKN UNTIDAR Magelang dan Bidan Desa, Edukasi Pola Asuh serta Gizi Seimbang di Desa Gambasan

JATENG.NET, TemanggungMahasiswa KKN Universitas Tidar Magelang berkolaborasi dengan Bidan Desa Gambasan menggelar sosialisasi mengenai pola asuh anak dan pemenuhan gizi seimbang sebagai langkah nyata pencegahan stunting pada Kamis (22/01/2026).

Bertempat di Gedung Serbaguna Mangku Praja Desa Gambasan, acara yang dimulai pukul 08.30 WIB ini dihadiri oleh 21 peserta yang terdiri dari ibu hamil serta orang tua balita yang terindikasi stunting. Kegiatan ini menjadi sangat krusial mengingat angka prevalensi stunting di Kabupaten Temanggung masih berada pada angka 27,4%, sementara target nasional untuk tahun 2025 diharapkan dapat turun hingga 18%.

Kepala Desa Gambasan, Drs. Wahyu Cinto Gumono, dalam sambutannya menyatakan dukungan terhadap inisiatif yang digagas oleh para mahasiswa KKN dan Bidan Desa ini. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga pertumbuhan anak agar tidak terjadi perlambatan tumbuh kembang.

Dukungan pemerintah desa ini diharapkan mampu memotivasi warga untuk lebih aktif memperhatikan kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang balita, terutama dalam memantau berat dan tinggi badan secara rutin.

Bidan Desa Gambasan, Ibu Rizna Fauzia Ratna Dewi, A.Md.Keb, selaku narasumber utama memberikan penjelasan mendalam mengenai perbedaan kondisi antara stunted (perawakan pendek) dan stunting. Beliau menekankan bahwa stunting adalah kondisi perawakan pendek yang disebabkan oleh masalah zat gizi dalam jangka lama.

Untuk mengenali gejalanya, orang tua diminta rutin memantau grafik pertumbuhan anak menggunakan indikator berat badan dan tinggi badan menurut umur di puskesmas atau posyandu terdekat.

Selain itu, sebagai solusi praktis dalam pemenuhan nutrisi harian, mahasiswa KKN memberikan penjelasan resep masakan kreatif berupa nugget brokoli dan bola kentang yang padat gizi.

Para peserta diberikan panduan mengenai langkah-langkah pembuatannya, mulai dari cara menghaluskan sayuran dan sumber protein hingga teknik memasak yang tepat agar kandungan gizinya tetap terjaga.

Penjelasan resep ini bertujuan untuk membantu para ibu menciptakan variasi menu yang menarik bagi anak, sehingga kebutuhan gizi balita dapat terpenuhi dengan cara yang menyenangkan dan ekonomis.

​Acara ditutup dengan pemberian bantuan simbolis berupa tanaman daun katuk kepada para ibu hamil sebagai fokus utama dukungan keberlanjutan nutrisi.

Penyerahan bibit tanaman ini menjadi sorotan utama karena daun katuk memiliki peran penting dalam membantu memperlancar produksi ASI, yang merupakan modal utama pencegahan stunting pada masa awal kehidupan bayi. Dengan menanam sendiri di pekarangan rumah, para ibu diharapkan dapat secara mandiri memenuhi kebutuhan nutrisi alami demi menjamin kualitas tumbuh kembang buah hati di masa depan.