KKN-R Tim II Desa Sodong Undip Jaga Kebersihan Sungai Sigondang Semilir melalui Program Kerja Sanitasi Lingkungan

Mahasiswa KKN Tim II Desa Sodong 2026 Universitas Diponegoro memasang plang informasi kebersihan dan menyediakan tempat sampah berbahan anyaman bambu di kawasan wisata Sungai Sigondang Semilir sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan sungai. Fotografer: Nasruna Aliya Najwa

BATANG — Mahasiswa Ilmu Gizi dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Desa Sodong 2026 dari Universitas Diponegoro menggelar program kerja Multidisiplin I “Pentingnya Sanitasi Lingkungan” di kawasan wisata Sungai Sigondang Semilir, yang diawali dengan sosialisasi pada 3 Agustus 2026. Selain sosialisasi, program ini juga dilengkapi dengan pemasangan plang informasi kebersihan sungai, serta penyediaan tempat sampah berbahan anyaman bambu di area sungai. Rangkaian kegiatan ini menjadi langkah nyata mendorong kawasan tersebut menjadi destinasi wisata yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk dikunjungi.

Sungai Sigondang Semilir memiliki keunikan tersendiri karena lokasinya berada tepat di perbatasan dua desa, yaitu Desa Sodong di Dusun Silegok dengan Desa Jolotigo di Dusun Purbo. Posisi ini menjadikan sungai tersebut sebagai kawasan yang dimanfaatkan bersama oleh warga dari kedua desa, sekaligus menjadi alasan mengapa kebersihan dan kelestariannya perlu dijaga secara kolektif, tidak hanya oleh satu pihak saja. Kawasan wisata Sungai Sigondang Semilir sebenarnya menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam. Sayangnya, potensi tersebut belum diimbangi dengan kesadaran masyarakat yang merata dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kebiasaan membuang sampah sembarangan masih kerap dijumpai, ditambah lagi keterbatasan sarana tempat sampah di sekitar area sungai. Kondisi inilah yang mendasari mahasiswa KKN untuk merancang program yang menyasar langsung pada persoalan sanitasi lingkungan tersebut.

Erlinda Septyani Sagala, selaku penanggung jawab program kerja, mengatakan bahwa program ini lahir dari keprihatinan sekaligus harapan besar terhadap masa depan kawasan wisata Sungai Sigondang Semilir. “Kami melihat sungai di sini punya potensi yang sangat besar untuk jadi destinasi wisata unggulan, apalagi lokasinya berada di perbatasan dua desa jadi manfaatnya bisa dirasakan bersama. Sayangnya kebersihannya belum terjaga dengan baik. Lewat program ini, kami ingin mengajak warga sama-sama peduli, mulai dari hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Pelaksanaan program diawali dengan sosialisasi kepada warga dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pada 3 Agustus 2026, mengenai pentingnya sanitasi lingkungan, khususnya di kawasan sungai. Dalam sesi ini, mahasiswa memaparkan dampak buruk pencemaran sungai terhadap kesehatan warga dan citra kawasan wisata, sekaligus memberi kesempatan peserta untuk bertanya. Warga dan pengunjung yang hadir pada sesi sosialisasi pun tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga selesai. Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa, Pokdarwis, dan warga di kawasan wisata sungai. Selain sosialisasi, mahasiswa juga tengah memproses pemasangan plang berisi informasi di titik strategis agar pesan tersebut dapat terus terlihat oleh warga maupun wisatawan yang berkunjung.

Sebagai solusi atas keterbatasan sarana kebersihan, mahasiswa KKN turut menyediakan tempat sampah berbahan anyaman bambu yang ditempatkan di area wisata sungai. Pemilihan bambu bukan tanpa alasan, selain ramah lingkungan, bahan ini juga mudah ditemukan di sekitar desa sehingga dapat menjadi pemanfaatan kearifan lokal yang bernilai guna. Tempat sampah anyaman bambu ini pun sengaja dipesan dari pengrajin lokal, sebagai salah satu bentuk dukungan mahasiswa KKN terhadap UMKM yang ada di Desa Sodong. Program ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan, baik oleh Pokdarwis, masyarakat Desa Sodong dan Desa Jolotigo, maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan sungai. Dengan adanya plang informasi dan tempat sampah anyaman bambu, mahasiswa KKN berharap kesadaran menjaga kebersihan lingkungan sungai dapat tumbuh secara perlahan namun konsisten di tengah masyarakat kedua desa.

Kontak Media / Humas Kelompok: Instagram @kkndesasodong

  • Erlinda Septyani Sagala
  • Mahasiswa Ilmu Gizi, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!