Edukasi Sejak Dini, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 28 Desa Karangawen Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN Karangawen 2 Demak
Demak, Jawa Tengah — Sebagai bentuk kepedulian terhadap terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 28 Desa Karangawen menggelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN Karangawen 2, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, pada 15 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja unggulan di bidang pendidikan yang bertujuan menanamkan nilai empati, toleransi, dan saling menghargai sejak usia dini.
Maraknya kasus perundungan di lingkungan pendidikan menjadi latar belakang terselenggaranya kegiatan tersebut. Melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan, mahasiswa KKN berupaya memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya mengenali, mencegah, dan berani melaporkan tindakan bullying agar budaya saling menghormati dapat tumbuh di lingkungan sekolah.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi secara interaktif oleh mahasiswa KKN UPGRIS. Para siswa dikenalkan pada pengertian bullying beserta berbagai bentuknya, mulai dari perundungan fisik, verbal, sosial, hingga perundungan melalui media digital. Selain itu, mahasiswa juga menjelaskan dampak yang dapat ditimbulkan, seperti menurunnya rasa percaya diri, gangguan emosional, hingga terganggunya proses belajar korban.
Agar materi lebih mudah dipahami, sosialisasi dilengkapi dengan pemutaran film pendek bertema anti-bullying. Tayangan tersebut menggambarkan situasi nyata yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan mengajak siswa memahami perbedaan antara bercanda dengan tindakan yang menyakiti orang lain. Melalui media audio visual, siswa diajak belajar mengenali sikap yang tepat ketika melihat ataupun mengalami perundungan.
Suasana kelas berlangsung hangat dan penuh antusias. Siswa-siswi SDN Karangawen 2 aktif menjawab pertanyaan, berbagi pengalaman sederhana, serta menyampaikan pendapat mengenai pesan moral yang mereka peroleh dari film edukasi tersebut. Diskusi interaktif ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar mengungkapkan pendapat sekaligus menumbuhkan keberanian dalam membela teman yang menjadi korban perundungan.
Tri Susilawati, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala SDN Karangawen 2 menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai anti-bullying sangat relevan dengan kondisi anak usia sekolah dasar karena perundungan merupakan persoalan yang perlu dicegah melalui pembentukan karakter sejak dini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 28 atas dedikasi dan antusiasmenya dalam memberikan edukasi kepada siswa-siswi kami. Materi anti-bullying ini sangat penting karena menjadi bekal bagi anak-anak untuk menciptakan lingkungan sekolah yang saling menghargai dan bebas dari perundungan,” ujar Kepala SDN Karangawen 2.
Sementara itu, Penanggung Jawab Bidang Pendidikan KKN UPGRIS Kelompok 28, Nabila Indah, berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai sosialisasi semata, tetapi mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh para siswa.
“Harapan besar kami, setelah mengikuti kegiatan ini siswa-siswi SDN Karangawen 2 semakin memahami bahwa bullying bukan hal yang wajar. Kami ingin mereka berani bersikap baik, saling menghormati, dan menjadi pelopor lingkungan sekolah yang aman serta nyaman bagi semua teman,” ungkap Nabila.
Melalui program kerja ini, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 28 menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam pembangunan karakter generasi muda. Edukasi anti-bullying diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan SDN Karangawen 2 sebagai sekolah yang inklusif, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
- Nabila Indah
- Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar
- Setuju






