Mahasiswa KKN UNDIP Kembangkan Website Bilingual untuk Kenalkan Potensi Desa Pringanom
Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program pembuatan website bilingual Desa Pringanom sebagai salah satu upaya mendukung digitalisasi informasi desa. Program ini bertujuan untuk menyediakan media informasi yang dapat memperkenalkan profil, potensi, serta berbagai informasi mengenai Desa Pringanom kepada masyarakat secara lebih luas.
Website yang dikembangkan menyajikan informasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang. Penggunaan dua bahasa tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi dalam penyampaian informasi desa sekaligus memberikan kesempatan untuk memperkenalkan Desa Pringanom kepada masyarakat Jepang dan pihak lain yang memiliki ketertarikan terhadap desa di Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan pengumpulan data dan informasi mengenai Desa Pringanom. Informasi yang dikumpulkan meliputi sejarah desa, kondisi wilayah, struktur pemerintahan, serta berbagai potensi lokal yang dimiliki desa. Potensi tersebut antara lain mencakup sektor pertanian dan kebudayaan yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Desa Pringanom.
Setelah data terkumpul, informasi kemudian disusun menjadi materi profil desa dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Jepang. Materi tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam website dengan tampilan yang dibuat agar informasi dapat diakses dan dipahami dengan mudah. Dokumentasi berupa foto dan informasi pendukung juga digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi serta potensi desa.
Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Pringanom, khususnya dalam hal penyebaran informasi dan promosi potensi desa melalui media digital. Website tersebut juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai kegiatan, budaya, dan potensi lokal kepada masyarakat di luar wilayah Desa Pringanom.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UNDIP turut mendorong pemanfaatan teknologi sebagai sarana pengembangan desa. Kehadiran website bilingual diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun media informasi Desa Pringanom yang lebih modern, informatif, dan mudah diakses, sekaligus memperluas jangkauan pengenalan potensi desa ke masyarakat internasional.
- Anya Laila Nugi Sabrina
- Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Universitas Diponegoro
- Setuju





