Cegah Stunting Sejak Dini, Mahasiswa KKN-T 116 Undip Hadirkan Inovasi Pangan dan Edukasi Gizi di Posyandu Pedurungan Tengah


Semarang, 7 Agustus 2026 – Mahasiswa KKN-T 116 Universitas Diponegoro Tahun Ajaran 2025/2026 Periode II, di bawah bimbingan Prof. Dr. Eng. Agus Setyawan, S.Si, M.Si. dan Dr. Ir. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng., M.M., IPM., ASEAN Eng., menghadirkan hasil Program Kerja Multidisiplin 2 melalui kegiatan pembagian inovasi pangan kepada anak-anak Posyandu RW 02, Kelurahan Pedurungan Tengah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata pemanfaatan hasil inovasi mahasiswa untuk mendukung pemenuhan gizi dan upaya pencegahan stunting pada anak.

Program unggulan Multidisiplin 2 ini menghasilkan beragam inovasi pangan berbasis bahan yang mudah diperoleh masyarakat, di antaranya Yummy Ball berbahan nasi, telur, wortel, tempe, keju, dan nori; mie berbasis bayam dan tempe; nugget ikan nila dengan fortifikasi labu kuning; serta Moringa Cookies berbasis tepung MOCAF dan daun kelor. Produk-produk tersebut dikembangkan sebagai alternatif pangan yang praktis sekaligus memiliki nilai gizi.

Tidak berhenti dalam pembuatan produk saja, setiap tim juga menghasilkan luaran pendukung berupa modul formulasi dan proses pembuatan, poster edukasi, serta produk sampel yang dapat menjadi media pembelajaran bagi masyarakat dan mitra. Pendekatan ini membuat hasil tidak hanya berupa produk pangan, tetapi juga pengetahuan yang dapat diterapkan kembali oleh masyarakat.


Pembagian produk secara langsung kepada anak-anak Posyandu menjadi bagian penting dari rangkaian program kerja karena mahasiswa dapat memperkenalkan alternatif pangan bergizi dalam bentuk yang lebih menarik dan mudah dikonsumsi. Yummy Ball, misalnya, dikembangkan dengan kombinasi sumber karbohidrat, protein, kalsium, vitamin, dan mineral untuk mendukung kebutuhan gizi anak.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari pihak Posyandu. Siti Sumarni, Bendahara Posyandu ILP Intan RW 02, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mendapat sambutan baik dan dinilai memiliki potensi untuk diagendakan secara berkelanjutan. Ia juga menunjukkan ketertarikannya dengan secara personal meminta resep serta cara pembuatan produk-produk inovasi pangan yang dibawa mahasiswa.

Program pencegahan stunting ini memiliki keterkaitan dengan SDGs 2 yaitu Zero Hunger melalui pengembangan dan pengenalan alternatif pangan bergizi, serta SDGs 3 yaitu Good Health and Well-being melalui kontribusinya terhadap pemenuhan gizi dan upaya pencegahan stunting.

Selain itu, program ini juga diperkuat oleh program branding, marketing, dan administrasi untuk membantu pengembangan produk dan usaha mitra CV RENA/Dapur ZEA. Dimana Tim Branding turut melaksanakan rebranding identitas visual UMKM Dapur Zea melalui penyusunan ulang logo, desain kemasan, label, dan komposisi produk. Dilanjutkan oleh Tim Marketing melalui digitalisasi pemasaran, yaitu pembuatan konten promosi digital, penyusunan buku company profile, pendampingan pendaftaran ShopeeFood, pembuatan QR Code yang mengintegrasikan berbagai kanal digital, serta pendaftaran Dapur Zea pada Google Maps. Sementara itu, Tim Administrasi memperkuat tata kelola produksi melalui penyusunan buku standardisasi resep untuk lima produk unggulan Dapur Zea, yaitu Rendang Daging Sapi, Infused Water, Rengginang, Jus Buah, dan Mangut Lele
Rangkaian program ini memiliki keterkaitan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). Inovasi pangan mendukung SDGs 2 yaitu Zero Hunger melalui pengembangan alternatif pangan bergizi dan SDGs 3 terkait Good Health and Well-being melalui dukungan terhadap pemenuhan gizi serta pencegahan stunting.

Sementara itu, pengembangan branding, digitalisasi pemasaran, standardisasi produksi, dan pemanfaatan limbah mendukung SDGs 8 Decent Work and Economic Growth, SDGs 9 Industry, Innovation and Infrastructure, serta SDGs 12 Responsible Consumption and Production. Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa Multidisiplin 2 tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga menghubungkan inovasi pangan, penguatan UMKM, digitalisasi, dan keberlanjutan lingkungan dalam satu rangkaian kegiatan.

  • TIM 116 KKN-T Universitas Diponegoro 2026
  • TIM 116 KKN- T Universitas Diponegoro Kelurahan Pedurungan Tengah 2026
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!