Edukasi Nilai Ekonomi Sampah dan Mekanisme Bank Sampah bagi Ibu-Ibu PKK Desa Tegalsari Timur
Tegalsari Timur, 7 Agustus 2026 — Sampah rumah tangga masih menjadi salah satu permasalahan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Sampah yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga umumnya masih dianggap sebagai barang yang tidak memiliki nilai dan berakhir dibuang begitu saja. Padahal, sebagian sampah, khususnya sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, dan kemasan tertentu, masih memiliki nilai ekonomi apabila dipilah dan dikelola dengan baik.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan edukasi mengenai nilai jual sampah dan mekanisme bank sampah kepada ibu-ibu PKK Desa Tegalsari Timur. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Tegalsari Timur pada 7 Agustus 2026 ini diikuti oleh sekitar 30 peserta.
Kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai permasalahan sampah rumah tangga yang sering ditemukan di lingkungan sekitar. Peserta diajak untuk memahami bahwa tidak semua sampah harus berakhir di tempat pembuangan. Sampah yang masih memiliki nilai dapat dipilah dan dikumpulkan untuk kemudian disalurkan melalui sistem bank sampah.
Selanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi mengenai nilai ekonomi dari berbagai jenis sampah. Peserta diperkenalkan dengan contoh sampah yang dapat memiliki nilai jual, seperti botol plastik, kardus, kertas, dan jenis sampah anorganik lainnya. Edukasi ini bertujuan mengubah cara pandang masyarakat bahwa sampah bukan hanya sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga dapat menjadi sumber nilai ekonomi apabila dikelola dengan tepat.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan mekanisme bank sampah. Peserta diberikan gambaran mengenai tahapan pengelolaan sampah, mulai dari memilah sampah dari rumah, mengumpulkan dan menyetorkannya, melakukan penimbangan, pencatatan, hingga sampah tersebut memiliki nilai yang dapat dikonversikan menjadi tabungan. Penjelasan disampaikan dengan contoh sederhana agar mekanisme bank sampah dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk membuat kegiatan lebih interaktif, mahasiswa juga mengajak peserta melakukan simulasi sederhana. Peserta diberikan beberapa contoh jenis sampah dan diajak menentukan apakah sampah tersebut dapat dipilah serta memiliki potensi untuk disetorkan ke bank sampah. Melalui simulasi tersebut, peserta dapat memahami secara langsung pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah.
Sebagai media edukasi yang dapat digunakan setelah kegiatan berlangsung, mahasiswa juga menyediakan poster mengenai nilai jual sampah dan mekanisme bank sampah. Poster tersebut memuat informasi singkat mengenai jenis sampah yang dapat dikumpulkan, pentingnya pemilahan, serta gambaran alur penyetoran sampah ke bank sampah. Media ini diharapkan dapat membantu peserta mengingat kembali materi yang telah disampaikan dan menyebarluaskan informasi kepada anggota keluarga maupun masyarakat sekitar.
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 30 ibu-ibu PKK ini mendapat respons positif dari peserta. Melalui edukasi yang diberikan, peserta memperoleh pemahaman mengenai nilai ekonomi sampah serta cara kerja bank sampah sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah rumah tangga yang dapat memberikan manfaat ekonomi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berupaya mendorong perubahan sederhana dalam kebiasaan masyarakat, yaitu dengan mulai memilah sampah dari rumah, mengurangi sampah yang dibuang, serta melihat peluang ekonomi dari sampah yang masih memiliki nilai. Dengan adanya pemahaman tersebut, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat Desa Tegalsari Timur.
- Valentino Bagoainoa Mahanano
- Mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan, Universitas Diponegoro
- Setuju





