Dari Sampah Menjadi Berkualitas, Mahasiswa KKN UNDIP Berdayakan Masyarakat Desa Ngering Melalui Bank Sampah

Avatar photo

- Editorial Team

Minggu, 9 Februari 2025 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN UNDIP berfoto bersama di depan fasilitas Bank Sampah (Dokumentasi: Mahasiswa KKN UNDIP)

Mahasiswa KKN UNDIP berfoto bersama di depan fasilitas Bank Sampah (Dokumentasi: Mahasiswa KKN UNDIP)

JATENG.NET, KLATEN – Masalah pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar di Desa Ngering. Banyak warga yang masih membakar sampah karena minimnya fasilitas pembuangan yang memadai.

Kondisi ini mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro untuk berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan Bank Sampah sebagai solusi berkelanjutan.

Mayoritas warga Desa Ngering belum memiliki kesadaran akan potensi ekonomis dari sampah plastik, kaca, hingga kaleng. Sampah yang seharusnya dapat diolah dan memiliki nilai jual malah dibakar, mencemari udara serta membahayakan kesehatan masyarakat. Selain itu, sistem pengelolaan dan distribusi sampah masih belum terorganisir dengan baik.

Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro menghadirkan solusi inovatif dengan mendirikan Bank Sampah yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam rangka menyukseskan program ini, mahasiswa KKN Undip menerapkan beberapa metode strategis, di antaranya penyusunan sistem pencatatan keuangan sederhana dari hasil penjualan sampah dan pengeluaran pengantaran ke pengepul sampah.

Mereka juga mengadakan edukasi dan workshop yang berfokus pada pelatihan pemilahan sampah, pemasaran produk daur ulang, serta manfaat dari adanya Bank Sampah tersebut.

Optimalisasi pengelolaan sampah juga menjadi salah satu langkah penting dengan membangun sistem distribusi sampah dari rumah tangga ke Bank Sampah secara lebih efektif dan efisien.

Selain itu, pemetaan lokasi pengumpulan sampah dilakukan untuk menentukan titik-titik strategis sehingga pengelolaan sampah dapat lebih terorganisir.

Tak hanya itu, pembangunan fasilitas Bank Sampah yang ramah lingkungan, tahan lama, serta fleksibel dalam penempatan juga menjadi salah satu langkah utama dalam keberhasilan program ini.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Warga Plamongansari Olah Limbah Jadi Pakan
Mahasiswa KKN UNDIP bersama warga Desa Ngering mensosialisasikan manfaat Bank Sampah dalam pengelolaan limbah yang lebih baik. (Dokumentasi: Mahasiswa KKN UNDIP)

Program ini tidak hanya melibatkan mahasiswa KKN, tetapi juga menggandeng berbagai elemen masyarakat, termasuk Karang Taruna Mardi Santoso, ibu-ibu PKK, dan warga Desa Ngering. Dengan adanya partisipasi aktif masyarakat, Bank Sampah ini diharapkan dapat terus berjalan bahkan setelah program KKN selesai. Salah satu perwakilan Karang Taruna, Neiko, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini. “Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Selain bisa mengelola sampah dengan lebih baik, kami juga mendapat tambahan pemasukan dari penjualan sampah yang biasanya hanya dibakar begitu saja.”

Sebagai luaran dari program ini, mahasiswa KKN Undip berhasil mendirikan Bank Sampah yang dilengkapi dengan sistem pemilahan sampah menjadi tiga kategori utama, yaitu sampah plastik, sampah kaca, dan sampah kaleng. Dengan sistem ini, warga menjadi lebih mudah dalam memilah dan menjual sampah mereka.

Fasilitas Bank Sampah yang dibuat oleh mahasiswa KKN UNDIP guna mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. (Dokumentasi: Mahasiswa KKN UNDIP)

Dengan adanya Bank Sampah ini, diharapkan masyarakat Desa Ngering semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berkomitmen untuk terus mendampingi warga dalam pengelolaan Bank Sampah agar tetap berjalan dengan optimal.

Dari sampah menjadi berkualitas, dari limbah menjadi berkah – inisiatif mahasiswa KKN Universitas Diponegoro ini menjadi langkah nyata menuju Desa Ngering yang lebih bersih, sehat, dan berdaya secara ekonomi.

Penulis: Mahasiswa/i KKN TIM I UNDIP di Desa Ngering, Kec Jogonalan, Kab Klaten.
Dosen Pembimbing: Dr. Dra. Rr. Hermini Susiatiningsih, M.Si.
Lokasi: Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten

Follow WhatsApp Channel www.jateng.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FT UNDIP Lewat Rewearth 2025 Salurkan Ribuan Pakaian ke Komunitas Sosial di Semarang
Dosen yang Menyalakan Logika: Ketika Filsafat Jadi Gaya Hidup di Kelas
Kanker Payudara: Mengintip ‘Sel Nakal’ dari Dekat! Rahasia di Balik Biomedis Tumor dan Harapan Pengobatan Masa Depan
Olahraga untuk Investasi Tulang Masa Depan: Apakah Semua Olahraga Bikin Tinggi?
CFD Perdana Comal, Saat Warga Akhirnya Menikmati Jalanan yang Biasanya Hanya Dilewati
SDN Gedanganak 02 Catat Prestasi! Aji Darma Juara 1 Olimpiade Teknologi Tingkat Kabupaten
Sinergi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dan Warga Krajan Tingkatkan Kesehatan Balita hingga Lansia
Analisis Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Industri Properti di PT. Musawa Jaya Perkasa
Berita ini 115 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:21 WIB

FT UNDIP Lewat Rewearth 2025 Salurkan Ribuan Pakaian ke Komunitas Sosial di Semarang

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:54 WIB

Dosen yang Menyalakan Logika: Ketika Filsafat Jadi Gaya Hidup di Kelas

Selasa, 2 Desember 2025 - 13:35 WIB

Kanker Payudara: Mengintip ‘Sel Nakal’ dari Dekat! Rahasia di Balik Biomedis Tumor dan Harapan Pengobatan Masa Depan

Selasa, 2 Desember 2025 - 12:39 WIB

Olahraga untuk Investasi Tulang Masa Depan: Apakah Semua Olahraga Bikin Tinggi?

Senin, 1 Desember 2025 - 14:43 WIB

CFD Perdana Comal, Saat Warga Akhirnya Menikmati Jalanan yang Biasanya Hanya Dilewati

Berita Terbaru