Dari Hewan Kecil Menjadi Solusi Penguraian Sampah Organik: Mahasiswa KKN Undip Kembangkan Budidaya Maggot untuk Mendukung Pengelolaan Sampah di TPS3R
Desa Duyungan, Sragen (3/08/2026) — Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang banyak dihasilkan dari aktivitas rumah tangga warga. Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro mengembangkan budidaya maggot dari lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai salah satu upaya mendukung pengelolaan sampah organik di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Duyungan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen.
Dalam pelaksanaan program tersebut, Zufria Farhatin Kamalia, anggota KKN Tim II Undip 2026 dari Program Studi Kimia, turut melakukan observasi budidaya maggot di PT Biokonversi Indonesia pada 29 Juli 2026. Observasi dilakukan untuk menggali informasi mengenai perkembangbiakan/pembibitan, pemanfaatan sampah sebagai pakan, perawatan, serta kandang maggot.
Informasi yang diperoleh kemudian digunakan sebagai bahan penyusunan materi sosialisasi sekaligus advokasi berjudul “Optimalisasi Pengelolaan Sampah Organik melalui Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk Mendukung Pengembangan TPS3R Desa Duyungan”. Materi tersebut selanjutnya disampaikan bersama rekan satu tim dalam kegiatan perkumpulan yang menghadirkan Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan ketua RT se-Desa Duyungan yang berlangsung di Aula Balai Desa pada 3 Agustus 2026. Lalu melakukan penyerahan maggot dan bibit maggot serta penempelan poster edukasi pada tanggal 17 Agustus 2026.
Mengelola Sampah dengan Budidaya Maggot
Pemanfaatan maggot sebagai pengelola sampah organik berkaitan dengan kemampuannya dalam mengonsumsi sampah organik sebagai sumber nutrisi selama pertumbuhan sehingga dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang harus dikelola. Proses pengelolaan sampah berbasis maggot dilakukan melalui beberapa tahapan, antara lain:
- Pemilahan dan pengumpulan sampah organik.
- Fermentasi awal dengan mencacah dan memfermentasi sampah sebelum diberikan sebagai pakan.
- Pemberian pakan secara terkontrol dengan memasukkan sampah ke dalam wadah budidaya yang berisi maggot.
- Biodegradasi oleh maggot dengan membiarkan sampah dikonsumsi selama proses pertumbuhan larva.
- Pemanenan maggot yang telah tumbuh dan mencapai ukuran yang sesuai untuk dimanfaatkan lebih lanjut.
Mendorong Keberlanjutan Pengelolaan Sampah
Setelah sampah organik dikonsumsi oleh maggot, masih terdapat residu dari proses penguraian yang perlu dikelola agar tidak menimbulkan permasalahan baru bagi lingkungan. Salah satu senyawa yang diperhatikan dalam pengelolaan residu adalah zat amonia yang terbentuk selama proses dekomposisi bahan organik.
Pengelolaan residu dapat dilakukan dengan memanfaatkan pasir zeolit yang dicampurkan ke sisa bahan organik hasil budidaya maggot. Campuran didiamkan selama kurang lebih satu hingga dua minggu. Residu yang telah dikelola dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik atau kompos yang mengandung unsur hara bagi tanaman. Lalat BSF dari maggot yang telah mati juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak karena memiliki kandungan nutrisi, terutama protein dan lemak.
- Zufria Farhatin Kamalia
- Mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro
- Setuju







