Dinas Perikanan Kota Semarang Gelar Pelatihan Pembibitan dan Penanaman Mangrove sebagai Upaya Pelestarian Ekosistem Pesisir

JATENG.NET, Semarang — Pada 24-25 September 2026 Dinas Perikanan Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pembibitan dan Penanaman Mangrove yang diikuti oleh masyarakat pesisir sebagai upaya meningkatkan kesadaran serta keterampilan dalam menjaga kelestarian lingkungan pantai. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan melalui rehabilitasi kawasan pesisir dengan tanaman mangrove.

Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya ekosistem mangrove bagi lingkungan pesisir. Mangrove memiliki berbagai fungsi ekologis, seperti mencegah abrasi pantai, mengurangi dampak gelombang pasang, menjadi habitat berbagai biota laut, serta membantu menjaga keseimbangan lingkungan. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis mangrove yang sesuai untuk ditanam di wilayah pesisir Kota Semarang.

Pada sesi praktik, peserta diajarkan teknik pembibitan mangrove mulai dari pemilihan propagul yang berkualitas, proses penyemaian, hingga perawatan bibit agar dapat tumbuh dengan baik. Setelah memahami tahapan pembibitan, peserta turut melakukan penanaman mangrove secara langsung di kawasan pesisir sebagai bentuk implementasi dari materi yang telah diberikan.

Menurut Bu Indah Kurniasih Wahyusari, S.TP, M.Ling sebagai ketua BPTK Pengawasan Pengelolaan Kelautan dan Perikanan di Dinas Perikanan Kota Semarang, kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir. “Mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam melindungi kawasan pantai dan mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Salah satu anggota Kelompok Peduli Lingkungan yang turut mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga mampu mendorong masyarakat untuk terus melakukan pembibitan dan penanaman mangrove secara mandiri. Dengan semakin banyaknya mangrove yang tumbuh, kawasan pesisir dapat lebih terlindungi dari abrasi serta memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Salah satu anggota Kelompok Peduli Lingkungan yang turut mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga mampu mendorong masyarakat untuk terus melakukan pembibitan dan penanaman mangrove secara mandiri. Dengan semakin banyaknya mangrove yang tumbuh, kawasan pesisir dapat lebih terlindungi dari abrasi serta memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Salah satu anggota Kelompok Peduli Lingkungan Kusuma Mangrove, Bapak Marzuki yang turut mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga mampu mendorong masyarakat untuk terus melakukan pembibitan dan penanaman mangrove secara mandiri. Dengan semakin banyaknya mangrove yang tumbuh, kawasan pesisir dapat lebih terlindungi dari abrasi serta memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Profil penulis:

  1. Erika Nurul Hikmah, Universitas PGRI Semarang, Manajemen
  2. Luluk Nurlaila, Universitas PGRI Semarang, Manajemen
Butuh bantuan? Chat kami!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *