LEWAT PERHITUNGAN HPP, MAHASISWA KKN UNDIP DUKUNG POTENSI USAHA PUPUK MIKROBA GAPOKTAN DAWUNGAN
Sragen, 12 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun Akademik 2025/2026, Dina Alifda, menyampaikan materi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) pupuk mikroba dalam sosialisasi bertajuk “Branding dan Manajemen Usaha Pupuk Mikroba Berkelanjutan Berbasis Komunitas Kelompok Tani Desa Dawungan” yang berlangsung di kediaman Ketua Gapoktan Desa Dawungan, Rabu, 12 Agustus 2026.
Sebagai bagian dari Program Multidisiplin 2, Dina menyusun input biaya produksi pupuk mikroba, mulai dari tabel investasi awal atau peralatan sekali beli, sampai bahan baku sekali pakai. Ia juga membuat perhitungan HPP otomatis yang terhubung langsung dengan sheet input bahan baku, sehingga sudah mencakup perkiraan harga jual dan estimasi keuntungan yang bisa didapatkan Gapoktan dari penjualan pupuk mikroba.
Ditemui di sela kegiatan, Dina menjelaskan alasan pentingnya perhitungan ini bagi Gapoktan.
“Selama ini pupuk mikroba milik Pak Dasno itu sebenarnya punya potensi jual yang bagus, tapi belum pernah dihitung secara rinci berapa modal dan untungnya. Makanya saya bantu susun perhitungannya biar Gapoktan punya acuan pasti kalau mau menjualkannya,” ujar Dina saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.
Perhitungan ini mendapat respons antusias dari Ketua Gapoktan Desa Dawungan, Bapak Dasno, yang langsung menanyakan besaran HPP dan estimasi harga jual produknya.
“Saya jadi tahu berapa modal yang keluar dan harus dijual di harga berapa biar untung. Karena selama ini saya belum pernah menjual belikan pupuk ini,” ujar Bapak Dasno.
Namun, karena sebagian besar anggota Gapoktan merupakan warga lanjut usia yang kurang familiar dengan spreadsheet, perhitungan tidak dapat disampaikan langsung dalam bentuk file digital. Sebagai solusinya, Bapak Dasno meminta agar hasil perhitungan dicetak, sementara catatan rumus turut dituliskan secara manual agar lebih mudah dipahami dan digunakan kembali oleh pengurus Gapoktan.
Program ini turut mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs poin 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDGs poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), melalui penguatan kapasitas ekonomi kelompok tani dalam mengelola dan memasarkan produk pupuk mikroba secara mandiri.
Hasil perhitungan HPP dalam bentuk cetak beserta catatan rumus manual kemudian diserahkan kepada Ketua Gapoktan Bapak Dasno pada Minggu, 16 Agustus 2026, sebagai acuan dalam menentukan harga jual pupuk mikroba ke depannya.
- Dina Alifda
- Mahasiswa Program Studi Akuntansi, Universitas Diponegoro
- Setuju






