Dari Keresahan Warga Jadi Solusi: Mahasiswa KKN Undip Ajak Warga Desa Taman Kelola Sampah melalui Tempat Sampah Terpilah dan Biopori

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro bersama masyarakat Desa Taman menginisiasi program multidisiplin untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program ini menyasar berbagai kelompok, mulai dari anak sekolah dasar, ibu-ibu PKK, masyarakat desa, hingga petugas TPS, sebagai langkah bersama mewujudkan Desa Taman yang lebih bersih dan berkelanjutan.

PEMALANG — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro yang ditempatkan di Desa Taman menggagas program multidisiplin dengan tema “Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Menuju Desa Taman yang Bersih dan Berkelanjutan“. Program ini melibatkan sembilan mahasiswa lintas fakultas dan menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak usia sekolah dasar, ibu-ibu rumah tangga atau PKK, masyarakat desa, hingga petugas Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Program ini lahir dari keresahan atas berserakannya sampah di lingkungan desa karena masih rendahnya kesadaran masyarakat, praktik pemilahan sampah yang belum optimal, serta kurangnya pengelolaan dan kesadaran keselamatan kerja kerja di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Desa Taman. Ketua kelompok KKN, Valiza Ina Alicia, bersama delapan rekannya merancang sembilan sub-program yang saling melengkapi dari berbagai perspektif program studi guna membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih tertata dan terarah di desa tersebut.

Edukasi Karakter Peduli Lingkungan Sejak Dini

Kamis, 23 Juli 2026 — Salah satu program menyasar anak-anak sekolah dasar melalui pendekatan budaya asing yang inspiratif. Valiza Ina Alicia (Bahasa dan Kebudayaan Jepang) memperkenalkan filosofi Mottainai dari Jepang, Mottainai sendiri merupakan nilai yang mengajarkan penghargaan terhadap sumber daya dan penghindaran pemborosan. Penyampaian filosofi tersebut disampaikan melalui pemutaran cuplikan animasi, diskusi interaktif, hingga penyusunan komitmen sederhana anak-anak untuk peduli lingkungan. Program ini menghasilkan media edukasi berupa video pembelajaran dan poster.

Sejalan dengan itu, Nasywa Putri Ramadhani (Kesehatan Masyarakat) menggarap program peningkatan pengetahuan pemilahan sampah bagi anak-anak usia sekolah dasar. Program ini disampaikan melalui edukasi jenis sampah berupa sampah organik, anorganik, dan B3, lalu diselingi dengan ice breaking, serta praktik langsung memilah sampah melalui pendekatan media visual interaktif. Program ini bertujuan menanamkan keterampilan pemilahan sampah sejak usia dini.

Mengubah Limbah Menjadi Nilai Ekonomi

Minggu, 2 Agustus 2026 — Potensi ekonomi dari limbah organik rumah tangga menjadi fokus empat mahasiswa sekaligus. Hana Rahmah Fadhlillah (Agroekoteknologi) dan Muhammad Umar Azif (Bioteknologi) bersama-sama mengedukasi dan melatih ibu-ibu rumah tangga dalam membuat Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah dapur seperti sisa sayur dan buah, lengkap dengan demonstrasi pembuatan pupuk dari sisa limbah dapur serta pembagian panduan dan bahan pembuatan yaitu molase dan EM4.

Nilai ekonomi dari POC kemudian diperkuat melalui dua program lanjutan. Adifa Ayu Shofiyana (Administrasi Bisnis) mendampingi kelompok ibu rumah tangga dalam memahami peluang dan potensi pasar, strategi branding, pengemasan, hingga pemasaran digital produk POC. Sementara itu, Khalisa Humaira Hendradi (Akuntansi Perpajakan) melengkapi rangkaian ini dengan pendampingan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan penetapan harga jual, sehingga ibu-ibu rumah tangga memiliki template pencatatan keuangan sederhana untuk mengelola usaha POC secara lebih akuntabel. Keempat program yang saling berhubungan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah dengan memanfaatkan peluang limbah yang ada menjadi nilai ekonomis dengan pengetahuan strategi usaha dan keuangan yang cukup.

Mengoptimalkan Keselamatan Kerja di TPS hingga Tata Kelola

Selasa, 28 Juli 2026 — Nathania Orva Linnisa (Teknik Perkapalan) menyoroti aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi para pekerja TPS. Melalui observasi lapangan, wawancara, demonstrasi, dan sosialisasi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), program ini menghasilkan pemberian APD bagi pekerja TPS serta gambar layout atau denah TPS yang lebih tertata.

Rabu, 5 Agustus 2026 — Penataan fisik TPS turut menjadi perhatian Isyraqi Firdaus Candra (Manajemen dan Administrasi Logistik), yang merancang ulang alokasi area penampungan sementara menjadi dua kategori yaitu organik dan non-organik lengkap dengan label dan denah tata letak, guna mengurangi kebiasaan warga membakar sampah rumah tangga.

Kamis, 6 Agustus — Di sisi tata kelola, Syahrul Faiz Ibnu Pramono (Ilmu Pemerintahan) melakukan pemetaan kondisi pengelolaan sampah desa melalui observasi lapangan dan wawancara dengan perangkat desa serta masyarakat. Hasilnya berupa dokumen rekomendasi tata kelola pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat yang diserahkan kepada pemerintah desa.

Luaran Utama: Tempat Sampah Berkategori dan Biopori

Sebagai wujud nyata dari rangkaian program ini, tim KKN menghadirkan dua luaran utama yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh warga. Pertama, tim membuat dan menyerahkan tiga set tempat sampah berkategori kepada beberapa sekolah di Desa Taman diantaranya SDN 03 Taman (23/07) serta TK Pertiwi 1 dan SMP Islam Al-Musthofa (30/07). Peletakkan tempah sampah tersebut sebagai sarana fisik yang mendukung praktik pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu yang telah diajarkan kepada siswa sekolah dasar. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat mengubah edukasi pemilahan sampah dari sekadar pengetahuan menjadi kebiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Rabu, 5 Agustus 2026 — Tim juga membuat dan menanamkan lubang biopori di lingkungan desa, khususnya di Dusun 3, dilanjut dengan pengenalan beserta manfaat biopori kepada warga sekitar. Biopori ini berfungsi sebagai solusi resapan air sekaligus media pengolahan sampah organik secara alami, sejalan dengan semangat besar program dalam mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan di tingkat rumah tangga dan lingkungan.

Melalui rangkaian program ini, masyarakat Desa Taman berharap kesadaran memilah sampah yang telah ditanamkan sejak bangku sekolah dapat terus berlanjut menjadi kebiasaan jangka panjang, tidak berhenti seiring berakhirnya masa KKN. Warga dan perangkat desa juga berharap fasilitas tempat sampah berkategori serta lubang biopori yang telah dibangun dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan, sementara dokumen rekomendasi tata kelola sampah diharapkan dapat menjadi acuan nyata bagi pemerintah desa dalam menyusun kebijakan pengelolaan sampah yang lebih partisipatif ke depannya. 

  • Valiza Ina Alicia, Adifa Ayu Shofiyana, Syahrul Faiz Ibnu Pramono, Nasywa Putri Ramadhani, Hana Rahmah Fadhlillah, Muhammad Umar Azif, Khalisa Humaira Hendradi, Isyraqi Firdaus Candra, Nathania Orva Linnisa
  • Mahasiswa Program studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Administrasi Bisnis, Ilmu Pemerintahan, Kesehatan Masyarakat, Agroekoteknologi, Bioteknologi, Akuntansi dan Perpajakan, Manajemen dan Administrasi Logistik, Teknik Perkapalan (Universitas Diponegoro)
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!