Sampah Jadi Rupiah: Sosialisasi KKN Universitas Diponegoro dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemilahan dan Pemanfaatan Sampah

Sampah Jadi Rupiah: Sosialisasi KKN Universitas Diponegoro tentang Pemilahan dan Pemanfaatan Sampah Bernilai Jual

KABUPATEN PEMALANG, 17 Agustus 2026  Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II dari Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan program kerja “Sampah Jadi Rupiah” yang bertempat di Pengajian Muslimat, Desa Ampelgading, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, pada Hari Jumat, 07 Agustus 2026.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap permasalahan pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat, khususnya masih perlunya pemahaman mengenai pemilahan sampah berdasarkan jenis serta pemanfaatan sampah yang memiliki nilai ekonomi. Dengan menyasar masyarakat Desa Ampelgading, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sekaligus memberikan wawasan mengenai potensi sampah sebagai sumber pendapatan tambahan.

Anggota KKN Tim II Universitas Diponegoro Desa Ampelgading, Ahmad Dzaky Pertika, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan mampu melihat nilai ekonomi dari sampah yang dihasilkan. “Kami ingin memberikan pemahaman bahwa sampah tidak hanya menjadi permasalahan lingkungan, tetapi juga dapat memiliki nilai jual apabila dikelola dan dipilah dengan baik. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat menerapkan kebiasaan memilah sampah mulai dari rumah,” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyampaian tujuan sosialisasi. Selanjutnya, masyarakat diberikan edukasi mengenai jenis-jenis sampah, pentingnya pemilahan, serta dampak sampah terhadap lingkungan. Setelah itu, dilakukan praktik sederhana pemilahan sampah berdasarkan jenisnya agar masyarakat dapat memahami penerapannya secara langsung.

Kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai pemanfaatan sampah yang memiliki nilai jual, seperti sampah plastik, kardus, dan kaleng, serta pengolahan sampah organik. Masyarakat juga diberikan simulasi sederhana mengenai potensi pendapatan tambahan dari sampah yang dikumpulkan dan dijual. Penyampaian materi tersebut diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat bahwa pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus manfaat ekonomi.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan adanya sesi tanya jawab antara mahasiswa dan masyarakat. Peserta menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan, terutama saat praktik pemilahan dan simulasi perhitungan potensi nilai jual sampah.

Kepala Desa Ampelgading, Bapak Suparto, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa KKN Universitas Diponegoro. Sosialisasi ini memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah dan memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai jual. Kami berharap kebiasaan ini dapat terus diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab, ajakan kepada masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah, serta dokumentasi bersama. Melalui program “Sampah Jadi Rupiah”, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap masyarakat Desa Ampelgading dapat menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan serta memanfaatkan sampah bernilai jual sebagai salah satu peluang pendapatan tambahan.

Penulis: Ahmad Dzaky Pertika
Fotografer: Keisya Ghefira Anggota KKN Tim II Desa Ampelgading
Kontak Media: Instagram @swaka.ampelgading

  • Ahmad Dzaky Pertika
  • Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!