Mengenal RESPIRA Jadi Lebih Mudah, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Hadirkan Modul Panduan Praktis

Mahasiswa KKN Undip menyerahkan Modul Panduan RESPIRA kepada masyarakat sebagai media edukasi pengelolaan residu.

Pemalang, 12 Agustus 2026 — Pengelolaan residu rumah tangga masih menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama saat masyarakat belum memiliki informasi yang cukup mengenai cara mengelola residu dengan tepat. Di sisi lain, keberadaan teknologi tepat guna dapat menjadi alternatif, namun penerapannya akan lebih mudah jika tersedia informasi jelas mengenai cara pembuatan, penggunaan, hingga kebutuhan yang perlu dipersiapkan. Hal tersebut menjadi salah satu latar belakang mahasiswa KKN menyusun Modul Panduan RESPIRA melalui program kerja multidisiplin. 

RESPIRA (Residu Pintar Ramah Asap) merupakan sarana teknologi tepat guna yang dikembangkan untuk mendukung pengelolaan residu rumah tangga di tingkat desa. RESPIRA dirancang dengan mempertimbangkan kesederhanaan bangunan, penggunaan material yang tersedia di sekitar, serta kemudahan proses pembuatan dan penggunaannya. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan residu yang terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Namun, pengenalan RESPIRA tidak cukup hanya melalui praktik atau penyampaian secara langsung. Masyarakat juga membutuhkan panduan yang dapat dibaca kembali untuk mengetahui tahapan pembuatan maupun penggunaannya. Oleh karena itu, pada tanggal 12 Agustus 2026, mahasiswa KKN menyusun dan menyerahkan Modul Panduan RESPIRA sebagai media yang merangkum informasi mengenai RESPIRA dalam satu dokumen. 

Modul tersebut memuat berbagai informasi yang dibutuhkan, mulai dari pengenalan RESPIRA, bahan dan alat yang diperlukan, proses pembuatan, tahapan penggunaan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), hingga informasi pendukung lainnya. Informasi tersebut disusun secara bertahap agar pembaca dapat memahami RESPIRA mulai dari pengenalan hingga gambaran penerapannya. 

Dalam proses penyusunannya, mahasiswa KKN mengumpulkan dan menyajikan berbagai informasi yang telah diperoleh kemudian dikemas menjadi materi yang lebih ringkas dan mudah dipahami. Dengan begitu, modul tidak hanya berisi penjelasan, tetapi juga dapat digunakan sebagai acuan ketika masyarakat membutuhkan informasi mengenai RESPIRA. 

Melalui program ini, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan informasi RESPIRA yang lebih mudah dipahami dan tidak berhenti sebagai pengetahuan yang hanya disampaikan saat kegiatan berlangsung. Dengan adanya modul, masyarakat dapat memiliki referensi yang dapat dibaca kembali ketika ingin mengenal RESPIRA, memahami proses pembuatannya, maupun mengetahui tahapan penggunaannya. 

Modul Panduan RESPIRA diharapkan dapat menjadi salah satu media edukasi yang membantu masyarakat memahami pemanfaatan teknologi tepat guna dalam pengelolaan residu. Lebih dari sekadar hasil program kerja, modul ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan sebagai panduan praktis yang menghubungkan informasi dengan penerapan RESPIRA di lingkungan masyarakat.

  • Levana Evelyn Gianina C
  • Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!