Perkuat Informasi Produk, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Dampingi UMKM Cimpring Comal Pak Antok di Desa Ujunggede, Kabupaten Pemalang
Ujunggede, Pemalang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro tahun 2025/2026 memberikan pendampingan UMKM Cimpring Comal Pak Antok dalam melengkapi informasi pangan dan meningkatkan kualitas kemasan produk UMKM berbasis QR Code. (31/7/2026)
Cimpring Comal Pak Antok merupakan usaha yang mengolah singkong menjadi produk cimpring untuk dipasarkan kepada konsumen. Dalam pengembangannya, kelengkapan informasi pangan pada kemasan menjadi salah satu perhatian, baik untuk memberikan informasi yang jelas kepada konsumen maupun mendukung aspek keamanan pangan.
Pendampingan ini dilakukan setelah mahasiswa menemukan bahwa kemasan produk cimpring masih perlu dilengkapi dengan informasi pangan yang lebih jelas. Melalui program tersebut, mahasiswa membantu mengembangkan label yang memuat identitas dan informasi produk sekaligus menambahkan QR Code sebagai akses informasi digital bagi konsumen.
Informasi pada label mencakup komposisi, berat bersih, tanggal produksi, masa simpan atau kedaluwarsa, petunjuk penyimpanan, serta informasi nilai gizi. Sementara itu, QR Code digunakan sebagai media tambahan yang memungkinkan konsumen memperoleh informasi produk secara lebih praktis melalui perangkat digital.
Kegiatan diawali dengan observasi dan koordinasi bersama Pak Antok selaku pelaku UMKM Cimpring Comal Pak Antok. Dari hasil observasi tersebut, mahasiswa mengidentifikasi kebutuhan informasi produk, kondisi kemasan, serta penyesuaian desain agar informasi tetap lengkap dan mudah dibaca.
Sebagai bagian dari pendampingan, mahasiswa juga menyusun brosur informasi pangan yang memuat informasi terkait produk cimpring. Brosur tersebut menjadi media pendukung agar konsumen dapat mengenal produk, komposisi, informasi nilai gizi, serta informasi penting lainnya secara lebih mudah.
Keterlibatan Rima Endora Haibah, mahasiswa S1 Program Studi Kesehatan Masyarakat, turut memberikan perspektif kesehatan dalam pengembangan informasi produk. Rima berperan dalam penyusunan informasi pangan dan nilai gizi serta memberikan pendampingan terkait keamanan pangan dan higiene sanitasi dalam proses pengemasan.
Dari sisi kesehatan masyarakat, kelengkapan informasi pada produk pangan penting untuk membantu konsumen mengetahui produk yang akan dikonsumsi. Pencantuman informasi yang jelas juga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman konsumen sekaligus mendorong pelaku UMKM untuk lebih memperhatikan kualitas dan keamanan pangan.
Penggunaan QR Code menjadi salah satu inovasi sederhana yang memberikan alternatif penyampaian informasi di luar label fisik. Konsumen dapat mengakses informasi tambahan dengan memindai kode tersebut menggunakan telepon seluler, sehingga informasi produk dapat disampaikan secara lebih praktis.
Hasil dari pendampingan ini berupa pembaruan label kemasan, informasi nilai gizi, brosur informasi pangan, serta QR Code yang dapat digunakan sebagai media informasi digital. Pelaku UMKM juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kelengkapan informasi produk, keamanan pangan, higiene sanitasi, dan penggunaan media digital dalam mendukung pengembangan produk.
- Rima Endora Haibah
- Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro
- Setuju





