Mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta Gelar Seminar Branding dan Komunikasi Digital untuk Mendukung Pengembangan Media Sosial Cafe Cosan Seturan

Kegiatan seminar edukasi strategi branding dan komunikasi digital yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta bersama pengelola Cafe Cosan Seturan.

JATENG.NET, YOGYAKARTA – Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia bisnis dan pemasaran. Media sosial yang dahulu hanya digunakan sebagai sarana komunikasi kini berkembang menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun citra usaha, memperluas jangkauan pasar, dan menjalin hubungan yang lebih dekat dengan konsumen. Di tengah perubahan tersebut, pelaku usaha dituntut untuk mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi digital secara optimal agar tetap mampu bersaing di tengah kompetisi yang semakin ketat.

Sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap masyarakat dan pelaku usaha lokal, dua mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui seminar bertema “Optimalisasi Media Digital untuk Meningkatkan Branding Cafe Cosan Seturan.” Kegiatan ini diselenggarakan pada 14 Juni 2026 di Cafe Cosan Seturan, Yogyakarta, dengan tujuan memberikan pemahaman mengenai strategi branding dan komunikasi digital yang dapat diterapkan dalam pengelolaan media sosial usaha.

Program tersebut dilaksanakan oleh Rafael Reandy Tovanditya dan Stephen Reno Zaldi dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi dan Multimedia Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya membantu mitra memahami pentingnya membangun identitas merek yang kuat serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dan promosi yang efektif.

Pemanfaatan media sosial saat ini menjadi salah satu kebutuhan utama bagi pelaku usaha. Kehadiran platform seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan berbagai media digital lainnya memberikan peluang yang besar untuk memperkenalkan produk maupun layanan kepada masyarakat secara lebih luas. Namun, keberhasilan penggunaan media sosial tidak hanya ditentukan oleh frekuensi unggahan konten, melainkan juga oleh strategi branding dan komunikasi yang diterapkan.

Banyak usaha kecil dan menengah masih menghadapi berbagai kendala dalam mengelola media digital. Tidak sedikit pelaku usaha yang telah memiliki akun media sosial, tetapi belum mampu memanfaatkannya secara maksimal untuk membangun identitas merek dan meningkatkan keterlibatan pelanggan. Akibatnya, media sosial hanya berfungsi sebagai tempat mengunggah informasi tanpa memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan usaha.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dilaksanakannya seminar ini. Melalui edukasi yang diberikan, mahasiswa berharap peserta dapat memahami bahwa branding merupakan fondasi penting dalam membangun sebuah usaha yang berkelanjutan. Branding tidak hanya berkaitan dengan logo atau desain visual, tetapi juga mencakup bagaimana sebuah usaha membangun karakter, nilai, dan citra yang ingin dikenal oleh masyarakat.

Dalam sesi pemaparan materi, Rafael Reandy Tovanditya menjelaskan bahwa konsumen modern tidak hanya membeli produk atau jasa, tetapi juga mempertimbangkan identitas dan reputasi sebuah merek. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memiliki strategi yang jelas dalam membangun dan mempertahankan citra usahanya.

“Branding yang baik akan membantu sebuah usaha lebih mudah dikenali, dipercaya, dan diingat oleh pelanggan. Ketika identitas merek terbentuk dengan kuat, pelanggan akan memiliki alasan yang lebih besar untuk memilih dan tetap menggunakan produk atau layanan yang ditawarkan,” ujarnya.

Materi yang disampaikan dalam seminar meliputi pengertian branding, pentingnya identitas visual, peran komunikasi digital dalam pengembangan usaha, serta strategi pemanfaatan media sosial untuk membangun hubungan dengan pelanggan. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya konsistensi dalam menyampaikan pesan dan menjaga karakter merek pada setiap aktivitas komunikasi digital.

Menurut Rafael, konsistensi merupakan salah satu faktor yang sering kali diabaikan oleh pelaku usaha. Padahal, konsistensi dalam penggunaan identitas visual, gaya bahasa, dan pesan komunikasi dapat membantu membangun persepsi yang kuat di benak konsumen. Ketika sebuah usaha mampu mempertahankan konsistensi tersebut, maka peluang untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan juga akan semakin besar.

Selain membahas branding, seminar juga mengangkat topik mengenai komunikasi digital yang saat ini menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran modern. Media sosial tidak lagi hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai ruang interaksi antara usaha dan konsumennya. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memahami bagaimana cara berkomunikasi yang efektif agar mampu menciptakan hubungan yang positif dengan audiens.

Dalam kesempatan tersebut, Stephen Reno Zaldi menjelaskan bahwa komunikasi digital yang baik harus mampu menyampaikan informasi secara jelas, menarik, dan sesuai dengan karakter target audiens. Menurutnya, keberhasilan komunikasi digital tidak hanya diukur dari jumlah pengikut atau jumlah unggahan, tetapi juga dari kemampuan sebuah usaha dalam membangun keterlibatan dan kepercayaan pelanggan.

“Media sosial memberikan kesempatan bagi usaha untuk berinteraksi secara langsung dengan konsumennya. Karena itu, setiap pesan yang disampaikan harus dirancang dengan baik agar dapat membangun hubungan yang lebih dekat dan menciptakan pengalaman positif bagi pelanggan,” jelas Reno.

Seminar yang diikuti oleh pengelola dan pihak yang terlibat dalam operasional Cafe Cosan Seturan tersebut berlangsung secara interaktif. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan menyimak materi yang disampaikan serta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengelolaan media sosial dan pengembangan merek usaha.

Salah satu topik yang banyak dibahas dalam sesi diskusi adalah mengenai cara meningkatkan daya tarik media sosial di tengah persaingan usaha yang semakin kompetitif. Peserta juga menanyakan berbagai strategi yang dapat dilakukan untuk memperkuat identitas merek dan membangun komunikasi yang lebih efektif dengan pelanggan melalui platform digital.

Melalui sesi tanya jawab tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk berdiskusi secara langsung mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam pengelolaan media sosial. Diskusi ini menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan karena memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan dan pengalaman antara pemateri dan peserta.

WhatsApp Image 2026-06-28 at 16.27.17 (1)
Sesi diskusi dan tanya jawab antara pemateri dan peserta mengenai strategi branding serta komunikasi digital untuk pengembangan usaha.

Meskipun jumlah peserta yang hadir belum mencapai target yang direncanakan, seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan baik dan menunjukkan keterlibatan yang aktif selama seminar berlangsung. Keaktifan peserta dalam bertanya dan berdiskusi menunjukkan bahwa materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan mereka dalam menghadapi tantangan pengelolaan usaha di era digital.

WhatsApp Image 2026-06-28 at 16.27.17
Tim pelaksana dan peserta seminar berfoto bersama usai kegiatan edukasi mengenai optimalisasi media digital untuk meningkatkan branding Cafe Cosan Seturan.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mitra, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Melalui interaksi langsung dengan pelaku usaha, mahasiswa dapat memahami kondisi nyata yang dihadapi masyarakat sekaligus memberikan kontribusi melalui pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.

Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan pengabdian kepada masyarakat memiliki peran penting dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, ilmu pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dapat diterapkan secara nyata untuk membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, termasuk dalam bidang usaha dan ekonomi kreatif.

Ke depan, diharapkan Cafe Cosan Seturan dapat menerapkan berbagai pengetahuan yang diperoleh selama seminar untuk mengembangkan strategi branding dan komunikasi digital yang lebih terarah. Dengan pengelolaan media sosial yang lebih optimal, usaha diharapkan mampu meningkatkan visibilitas merek, memperluas jangkauan promosi, serta membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi terjalinnya kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pelaku usaha lokal. Kolaborasi tersebut penting untuk mendukung peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi yang terus berubah dan semakin dinamis.

Melalui seminar edukasi branding dan komunikasi digital ini, mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan semangat berbagi pengetahuan dan memberdayakan masyarakat, kegiatan pengabdian seperti ini diharapkan dapat terus dilakukan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi perkembangan usaha lokal dan masyarakat secara keseluruhan.

Penulis: Rafael Reandy Tovanditya. Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi dan Multimedia, Universitas Mercu Buana Yogyakarta