URL Berhasil Disalin
URL Berhasil Disalin
Mahasiswa KKNT-141 Undip Dukung Perencanaan dan Konservasi Air di Dusun Karangmalang dan Karangjati Desa Batursari, Kec. Mranggen, Kabupaten Demak
Mranggen – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 141 Universitas Diponegoro melaksanakan program Pemetaan Pergerakan dan Kedalaman Muka Air Tanah (MAT) di Dusun Karangmalang dan Dusun Karangjati, Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Program yang digagas oleh penulis disusun sebagai upaya mendukung perencanaan pembangunan sekaligus konservasi air tanah di kedua dusun tersebut.
Program ini berangkat dari kondisi di lapangan, di mana sebagian besar warga Dusun Karangmalang dan Karangjati masih mengandalkan sumur gali sebagai sumber air bersih utama. Selama ini, penentuan lokasi sumur baru maupun evaluasi terhadap sumur yang sudah ada dilakukan secara konvensional berdasarkan pengalaman turun-temurun, tanpa didukung data spasial yang akurat mengenai kedalaman maupun arah pergerakan air tanah di wilayah tersebut.
Survei lapangan dilaksanakan selama bulan Juli 2026 dengan mengukur kedalaman muka air tanah pada berbagai titik sumur galian yang tersebar di kawasan permukiman kedua dusun. Sumur dengan instalasi PDAM atau sumur tertutup lainnya tidak diikutsertakan dalam pengukuran karena keterbatasan akses terhadap tubuh air yang terekspos di permukaan.
Pengukuran kedalaman dilakukan secara langsung menggunakan pita ukur, sementara koordinat dan elevasi tiap titik sumur ditentukan melalui GPS handphone. Kondisi fisik sumur turut didokumentasikan menggunakan kamera sebagai kelengkapan data lapangan. Data hasil survei kemudian diintegrasikan dengan Peta Rupa Bumi Indonesia, peta dasar Desa Batursari, dan citra satelit Google Earth, lalu diolah menggunakan perangkat lunak ArcMap 10.8 dengan Analisis Spasial untuk menghasilkan peta kontur elevasi muka air tanah dengan serta peta arah aliran air tanah.
Gambar 1. Poster Kegiatan Pemetaan Arah Aliran dan Kedalaman Air Tanah Dusun Karangmalang Karangjati, Desa Batursari oleh Tim KKN-1 141
Hasil pemetaan menunjukkan elevasi muka air tanah bervariasi antara bagian utara hingga di bagian selatan wilayah kajian. Air tanah teridentifikasi mengalir dari arah selatan dan tenggara menuju utara mengikuti gradien elevasi, sejalan dengan prinsip hidrogeologi dasar bahwa air tanah bergerak dari zona berenergi potensial tinggi ke zona berenergi potensial rendah.
Berdasarkan pola tersebut, wilayah selatan yang berelevasi tinggi dan padat permukiman berperan sebagai daerah resapan (recharge area), sedangkan wilayah utara yang didominasi sawah dan lahan agrikultur berperan sebagai daerah lepasan (discharge area). Sebaran tata guna lahan turut berkorelasi dengan kondisi ini, di mana konsentrasi sumur galian terbanyak berada di wilayah selatan, sementara wilayah utara belum banyak memanfaatkan air tanah melalui sumur galian meski berpotensi mendukung kegiatan pertanian secara berkelanjutan.
Tim juga mengidentifikasi beberapa kerucut depresi (cone of depression) pada sumur yang telah dipasangi pompa air, terutama di sekitar area masjid. Fenomena penurunan elevasi muka air tanah secara signifikan pada titik-titik tersebut mengindikasikan adanya pengambilan air tanah yang intensif dan melebihi kapasitas pengisian kembali (recharge) secara alami, sehingga berpotensi menyulitkan akses air tanah bagi wilayah terdampak apabila tidak dikelola dengan baik.
Dari hasil pemetaan tersebut, Tim KKNT-141 Universitas Diponegoro menyusun sejumlah rekomendasi pengelolaan air tanah bagi warga dan pemangku kepentingan di Dusun Karangmalang dan Karangjati. Rekomendasi tersebut meliputi pembatasan pemanfaatan air tanah secara berlebihan pada titik-titik dengan kerucut depresi, kehati-hatian penggunaan air tanah pada musim kemarau mengingat proses recharge yang berlangsung lebih lambat, larangan pembuangan sampah di wilayah dengan muka air tanah dangkal guna mencegah pencemaran, serta optimalisasi pembangunan sumur galian di wilayah utara untuk mendukung kegiatan agrikultur secara berkelanjutan. Hasil program ini turut menghasilkan respon yang cukup baik dari warga desa, serta dijadikan wawasan untuk pemanfaatan air tanah yang lebih efektif di Dusun tersebut. Monitoring yang efektif yang dilakukan oleh mahasiswa dan diawasi oleh sivitas akademika terpercaya tim KKN juga berkontribusi terhadap kesuksesan program ini agar berjalan lancar hingga awal sampai akhir.
Melalui program ini, Tim KKNT-141 Universitas Diponegoro berharap data dan peta kondisi air tanah yang dihasilkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa maupun warga dalam merencanakan pemanfaatan sumur, mengantisipasi kekeringan, serta mengelola sumber daya air secara lebih terarah dan berkelanjutan untuk kedepannnya.
- Pasha Azka Musyary
- Mahasiswa Program Studi Teknik Geologi, Universitas Diponegoro
- Setuju





