JATENG.NET, BATANG – Dusun Sibelis yang terletak di Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terkenal dengan berbagai UMKM yang beragam. Produk-produk unggulan di dusun ini antara lain gula aren, tahu, emping, serta terdapat pabrik gondo yang telah lama menjadi sumber ekonomi masyarakat setempat.
Namun, keterbatasan akses informasi dan media promosi menjadi tantangan utama pelaku UMKM di dusun ini untuk memperluas pasar.
Melihat kondisi tersebut, Kharisma Dilla Noviana mahasiswa dari jurusan Bahasa Asing Terapan Fakultas Sekolah Vokasi sebagai salah satu mahasiswa KKN-T IDBU Tim 50 Kelompok 4 Universitas Diponegoro mengambil inisiatif untuk memberikan edukasi kepada pelaku UMKM dengan menyusun booklet bilingual. Booklet ini hadir dalam bahasa Indonesia dan Inggris, diharapkan dengan pembuatan dalam bahasa bilingual dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi poduk-produk lokal.
Booklet ini memuat deskripsi produk, harga, serta kontak narahubung dari masing-masing pelaku UMKM. Dengan adanya booklet ini, masyarakat luas, baik lokal maupun luar daerah bahkan internasional dapat mengenal produk unggulan dari Dusun Sibelis secara lebih mudah dan lengkap.

Salah satu pelaku UMKM Dusun Sibelis, Ibu Turi Partini (40), menyampaikan kendala yang selama ini dialami dalam pemasaran produknya, “Pemasaran kami masih di sekitar dusun saja, jauh-jauh paling sampai pasar Blado. Jadi memang belum sampai ke pemasaran yang lebih luas.”
Edukasi ini dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah, sehingga mahasiswa dapat berinteraksi secara personal dengan pelaku UMKM. Selama proses tersebut, pelaku UMKM tampak sangat antusias dan terbuka menerima penjelasan yang diberikan. Kharisma Dilla menjelaskan program dengan detail, sehingga masyarakat merasa terbantu dan termotivasi untuk mengembangkan usahanya. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menyampaikan materi promosi dan akses informasi secara jelas dan mudah dipahami.
Kharisma Dilla Noviana yang menjadi penggagas program ini, menerangkan, “Booklet bilingual ini kami buat agar pelaku UMKM bisa memanfaatkan media promosi yang efektif dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pasar nasional maupun internasional. Kami ingin membantu membuka akses pasar yang lebih luas dengan mempermudah konsumen mengetahui produk, harga, serta cara menghubungi pelaku UMKM.” (13/7)
Program ini tidak hanya memberikan media promosi baru, tetapi juga membekali pelaku UMKM dengan akses informasi dan keterampilan pemasaran yang lebih modern. Edukasi yang dilakukan oleh Kharisma Dilla Noviana membuka peluang agar UMKM berkembang dan dikenal di berbagai wilayah.
Dengan adanya booklet bilingual dan edukasi diharapkan pelaku UMKM di Dusun Sibelis dapat meningkatkan kemampuan pemasaran dan memperluas jaringan pasar sehingga dapat mendukung kemajuan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
