Wujudkan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKN Undip Perkenalkan Sistem Aquaponik-Maggot Terpadu di Desa Jetis Klaten

Dari sisa dapur dan air kolam yang selama ini dianggaplimbah, kini lahir sebuah sistem pertanian terpadu yang salingmenopang. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) RegulerUniversitas Diponegoro Tim II Kelompok 13 melaksanakanProgram Kerja Multidisiplin bertajukAquaponik-Maggot Terpadu (Smart Circular Farming)” di Desa Jetis, KecamatanDelanggu, Kabupaten Klaten, pada Minggu (9/8). Kegiatan inimerupakan salah satu bentuk implementasi keilmuan lintasdisiplin mahasiswa yang diarahkan untuk menjawab persoalanketahanan pangan sekaligus pengelolaan limbah organik di tingkat rumah tangga dan pekarangan warga.

Kegiatan yang berlangsung di pekarangan salah satuwarga ini diikuti oleh perangkat desa, kelompok tani, sertawarga sekitar dengan antusiasme yang tinggi. Program inimengintegrasikan dua sistem budidaya, yaitu aquaponik dan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), dalam satu siklusyang saling berkesinambungan. Sistem aquaponikmemadukan budidaya ikan dan tanaman dalam satu wadah, di mana air kolam ikan yang kaya unsur hara dialirkan untukmenyuburkan tanaman, sementara tanaman turut berperanmenyaring dan menjernihkan air sebelum kembali ke kolam. Adapun budidaya maggot BSF berfungsi mengurai sampahorganik rumah tangga menjadi biomassa larva yang kaya protein, yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pakanalternatif bagi ikan dalam sistem aquaponik tersebut.

Dengan pola tersebut, limbah organik tidak lagi berakhirsebagai sampah, melainkan diolah kembali menjadi sumberdaya yang bernilai ekonomis dan ekologis. Prinsip inilah yang menjadikan program ini disebut sebagai Smart Circular Farming, sebuah pendekatan pertanian sirkular yang cerdaskarena memanfaatkan potensi lokal secara optimal, mengurangi ketergantungan terhadap pakan dan pupuk kimia, serta menekan volume limbah organik yang dibuang begitusaja.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan edukasikepada warga mengenai konsep dasar sistem terpadu ini, mulai dari mekanisme siklus air pada aquaponik, tahapanbudidaya maggot BSF, hingga cara pemeliharaan sederhanayang dapat diterapkan warga secara mandiri di pekaranganrumah masing-masing. Mahasiswa turut mendemonstrasikanlangsung proses perakitan instalasi aquaponik sederhana sertapenempatan media budidaya maggot, sehingga warga dapatmengamati dan memahami prosesnya secara nyata.

Antusiasme warga tampak dari banyaknya pertanyaanyang diajukan selama sesi diskusi berlangsung. Salah satuwarga, Bapak Ismani, menunjukkan ketertarikan yang besarterhadap sistem ini dan aktif bertanya kepada mahasiswa.“Wah, jadi maggot ini nanti bisa langsung dikasihkan ke ikan ya, Mas, Mbak? Terus airnya yang dari kolam ikan itu bisadipakai lagi buat nyiram sayuran di atasnya, begitu bukan? Kalau caranya semudah ini, kira-kira bisa enggak yaditerapkan di pekarangan rumah saya yang enggak begituluas?” tanya Bapak Ismani dengan nada penuh semangat, disambut penjelasan dari mahasiswa yang menegaskan bahwasistem ini memang dirancang agar dapat diaplikasikan pada lahan terbatas sekalipun, sehingga sangat sesuai dengankondisi pekarangan warga di Desa Jetis.

Program ini dirancang sebagai kontribusi nyatamahasiswa dalam mendukung pencapaian TujuanPembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan). Melaluiintegrasi sistem aquaponik dan budidaya maggot BSF, wargamemperoleh alternatif sumber pangan bergizi berupa ikan dan sayuran yang dapat dibudidayakan secara mandiri di pekarangan rumah, sehingga turut memperkuat ketahananpangan tingkat keluarga sekaligus mengurangi ketergantunganterhadap pasokan pangan dari luar. Melalui program ini, mahasiswa KKN Undip berharap warga Desa Jetis tidakhanya memperoleh pengetahuan baru mengenai sistempertanian terpadu, tetapi juga mampu mengadopsi dan mengembangkan sistem Aquaponik-Maggot Terpadu secaramandiri sebagai solusi jangka panjang bagi ketahanan pangankeluarga dan pengelolaan limbah organik yang lebihberkelanjutan di lingkungan tempat tinggal mereka.

  • Tim KKN Reguler Universitas Diponegoro Kelompok 13 Lokasi: Desa Jetis, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten DPL: Imam Santoso. S.T,. M.T
  • Tim KKN Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!