Wujudkan Good Governance, Mahasiswa KKN UNDIP Buat Standing Banner Alur Pelayanan Administrasi di Desa Dawungan Sebagai Strategi Optimalisasi Kualitas Pelayanan Publik
SRAGEN — Guna mengoptimalkan kualitas pelayanan publik dan mendorong transparansi informasi di tingkat desa, mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam Tim II KKN Reguler Tahun 2025/2026 menghadirkan inovasi media informasi berbasis fisik berupa standing banner yang dipasang di Kantor Balai Desa Dawungan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen pada Selasa (4/8/2026).
Inisiatif ini digagas oleh Andrew Satrio Anugerah Sejati, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNDIP. Melalui kolaborasi erat dengan pemerintah dan perangkat Desa Dawungan selaku penyedia layanan, program sosial masyarakat ini dirancang khusus untuk memudahkan warga dalam memahami alur pelayanan serta dokumen persyaratan administrasi kependudukan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) di tingkat desa.
Langkah pembuatan standing banner ini dilatarbelakangi oleh temuan di lapangan yang menunjukkan bahwa sebagian masyarakat Desa Dawungan terutama generasi yang sudah berumur atau lansia masih mengalami kesulitan dalam memperoleh informasi administrasi. Rendahnya tingkat literasi digital dan keterbatasan dalam menguasai teknologi (gaptek) menjadi hambatan utama bagi warga untuk mengakses informasi secara daring. Akibat minimnya pemahaman awal mengenai prosedur dan berkas yang harus disiapkan, masyarakat kerap merasa bingung sehingga proses pelayanan di balai desa menjadi kurang efektif dan efisien.
Oleh karena itu, penyediaan media informasi visual berbasis fisik seperti standing banner dinilai sebagai solusi yang sangat efektif dan inklusif. Selain meningkatkan transparansi dan kemudahan akses informasi bagi seluruh lapisan masyarakat, program ini juga menjadi bentuk aksi nyata mahasiswa KKN UNDIP dalam mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDGs 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.
Rangkaian kegiatan ini diawali dari tahap observasi awal dan diskusi intensif bersama perangkat desa untuk mengidentifikasi akar permasalahan pelayanan administrasi di Desa Dawungan. Setelah memetakan kebutuhan informasi warga, mahasiswa melanjutkannya dengan merancang desain standing banner dan menyusun materi ringkas mengenai jenis-jenis layanan, alur prosedur, hingga persyaratan permohonan dokumen. Materi tersebut kemudian dikonsultasikan kembali dengan perangkat desa agar isi banner dipastikan akurat, mudah dipahami, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Observasi awal dan diskusi intensif bersama perangkat desa terkait permasalahan administrasi di Desa Dawungan
Perancangan desain standing banner dan menyusun materi ringkas mengenai jenis-jenis layanan, alur prosedur, hingga persyaratan permohonan dokumen
Program ini diakhiri dengan penyerahan secara resmi standing banner kepada pihak Pemerintah Desa Dawungan pada Selasa, 4 Agustus 2026, yang dilanjutkan dengan pemasangan banner di titik strategis area pelayanan Kantor Balai Desa Dawungan.
Penyerahan secara resmi standing banner bersama kepala desa serta perangkat desa di kantor balai Desa Dawungan
Melalui ketersediaan panduan administrasi yang jelas dan mudah dijangkau ini, masyarakat diharapkan tidak lagi menemui kendala saat mengurus dokumen kependudukan, sehingga efisiensi dan kualitas pelayanan publik di Desa Dawungan dapat terus meningkat secara berkelanjutan.
- Andrew Satrio Anugerah Sejati
- Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Universitas Diponegoro
- Setuju





