Validasi Data, Wujudkan Asa: Upaya Pengentasan Anak Tidak Sekolah di Desa Banaran

Pendidikan merupakan salah satu indikator utama dalam menentukan kualitas sumber daya manusia suatu daerah. Namun, permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS) masih menjadi tantangan yang dihadapi oleh sejumlah desa di Indonesia, termasuk Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Minimnya data yang akurat mengenai jumlah dan kondisi ATS kerap menjadi kendala dalam penyusunan program intervensi yang tepat sasaran. Atas dasar permasalahan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja multidisiplin bertajuk “Pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS) sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Desa Banaran” pada tanggal 22 Juni 2026.

Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama perangkat Desa Banaran guna memperoleh informasi awal terkait keberadaan anak-anak yang tidak melanjutkan atau tidak mengikuti pendidikan formal di wilayah tersebut. Selanjutnya, mahasiswa melakukan validasi data secara langsung di lapangan melalui kunjungan ke rumah-rumah warga yang teridentifikasi memiliki anak berstatus ATS. Proses ini dilakukan dengan pendekatan wawancara singkat kepada orang tua atau wali guna menggali informasi mengenai kondisi anak serta faktor-faktor yang menyebabkan anak tidak bersekolah, baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun aksesibilitas pendidikan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, diperoleh data ATS Desa Banaran yang telah terverifikasi secara akurat dan mutakhir, disertai dengan pemetaan faktor penyebab ketidaksekolahan anak. Sebagai bentuk tindak lanjut sekaligus luaran konkret dari kegiatan verifikasi data, mahasiswa turut menyusun dan memasang standing banner yang berisi ajakan kepada masyarakat, khususnya orang tua dan anak-anak, untuk kembali bersekolah atau melanjutkan pendidikan. Banner tersebut ditempatkan di lokasi strategis dan mudah diakses oleh warga Desa Banaran dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, sekaligus menjadi media edukasi visual yang persuasif dan berkelanjutan bagi warga sekitar. Keberadaan media ini diharapkan dapat memperkuat dampak dari hasil verifikasi data yang telah dilakukan, sehingga tidak hanya berhenti pada tahap pendataan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat secara langsung.

Program kerja ini memiliki keterkaitan erat dengan bidang keilmuan Bisnis Digital, khususnya dalam penerapan prinsip pengumpulan, pengelolaan, dan analisis data sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis data atau data-driven decision making. Proses verifikasi dan validasi data ATS yang dilakukan mencerminkan tahapan awal dalam siklus manajemen data, di mana keakuratan dan validitas data menjadi fondasi utama sebelum data tersebut diolah menjadi informasi yang bermakna untuk mendukung perumusan kebijakan maupun program yang efektif dan efisien. Selain itu, penyusunan media komunikasi berupa standing banner juga mencerminkan penerapan strategi komunikasi visual yang lazim digunakan dalam ranah bisnis digital untuk menyampaikan pesan secara efektif kepada target audiens.

Selain itu, program ini memiliki relevansi signifikan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Melalui kegiatan verifikasi data ATS serta pemasangan media ajakan bersekolah, program ini berkontribusi dalam upaya mendukung akses pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan bagi seluruh anak di Desa Banaran, sekaligus menjadi langkah awal yang strategis dalam upaya penanggulangan permasalahan anak tidak sekolah secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan, kegiatan verifikasi dan validasi data ATS yang dilengkapi dengan pemasangan standing banner ajakan sekolah di Desa Banaran menegaskan pentingnya ketersediaan data yang akurat serta media edukasi yang tepat sebagai landasan dalam perencanaan program pembangunan, khususnya di bidang pendidikan. Diharapkan hasil dan luaran dari kegiatan ini dapat ditindaklanjuti oleh pihak desa maupun instansi terkait guna mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkelanjutan di Desa Banaran.

  • Ajie Bayu Fidianto
  • Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!