UMKM Pedurungan Tengah Naik Kelas: Tim KKN-T UNDIP 106 x Pertamina Patra Niaga Hadirkan Sosialisasi Branding, Marketplace, Pembukuan Digital, dan Website Usaha
Kota Semarang — KKN Tematik Tim 106 Universitas Diponegoro (UNDIP) berkolaborasi dengan PT Pertamina Patra Niaga menggelar sosialisasi digitalisasi UMKM bertajuk “Penguatan Branding, Pemasaran Digital, dan Pengembangan Website UMKM Lokal” di Aula Kelurahan Pedurungan Tengah, Kota Semarang, pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan baru kepada pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usaha secara lebih modern, terstruktur, dan berdaya saing di era digital.
Sosialisasi tersebut diikuti puluhan pelaku UMKM, ibu-ibu PKK, dan warga Kelurahan Pedurungan Tengah. Tim KKN-T 106 UNDIP bersama Pertamina Patra Niaga menghadirkan materi mengenai desain dan branding produk, pemasaran melalui media sosial dan marketplace, teknik foto produk yang menarik, pencatatan keuangan sederhana berbasis digital, serta pendaftaran UMKM pada website UMKM Kelurahan Pedurungan Tengah. Kegiatan dilaksanakan sebagai upaya menjawab tantangan rendahnya literasi digital dan pemasaran online yang masih dihadapi sebagian pelaku usaha lokal.
Dalam sesi pertama, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya branding produk sebagai langkah awal membangun usaha yang lebih profesional dan mudah dikenali konsumen. Materi meliputi pembuatan logo sederhana, pemilihan warna yang sesuai dengan karakter produk, serta desain kemasan yang menarik dan memiliki nilai jual. Selain itu, peserta juga dibimbing memahami cara membangun identitas usaha yang konsisten agar produk lebih mudah diingat, dipercaya, dan mampu bersaing dengan produk lain di pasaran. Tim KKN juga memberikan contoh desain kemasan sederhana yang dapat diterapkan dengan biaya terjangkau namun tetap terlihat bernilai.
Sesi berikutnya membahas pemasaran digital melalui sosial media dan marketplace. Peserta dikenalkan pada strategi membuat konten promosi yang menarik, penyusunan content planner mingguan secara terstruktur, menentukan waktu unggah yang efektif, serta cara memanfaatkan platform sosial media dan marketplace seperti Instagram, TikTok, Shopee, dan Tokopedia untuk memperluas jangkauan pasar.
Pada materi fotografi produk, peserta diajarkan teknik pengambilan gambar menggunakan telepon genggam, pengaturan pencahayaan, sudut pengambilan foto, serta penataan produk agar terlihat lebih menarik dan meyakinkan calon pembeli. Antusiasme peserta terlihat ketika peserta mencoba memotret produk UMKM yang mereka bawa.
Selanjutnya, tim KKN memberikan pelatihan pencatatan keuangan sederhana berbasis digital menggunakan aplikasi yang mudah dioperasikan melalui ponsel. Peserta belajar mencatat pemasukan, pengeluaran, stok, dan menghitung keuntungan secara otomatis sehingga pembukuan usaha menjadi lebih rapi dan akurat.
Kegiatan juga dilengkapi dengan pendampingan pendaftaran UMKM pada website UMKM Kelurahan Pedurungan Tengah. Melalui website tersebut, produk-produk lokal diharapkan dapat lebih mudah ditemukan masyarakat luas dan menjadi etalase digital bagi UMKM.
Salah satu pelaku UMKM, Ibu Yusi, menilai materi pembukuan digital sangat membantu. “Biasanya saya mencatat di buku dan sering lupa menghitung keuntungan. Setelah diajari aplikasi pencatatan, saya merasa lebih mudah mengatur keuangan usaha,” katanya.
Pelaku usaha lainnya, Ibu Hastuti, mengaku mendapatkan wawasan baru terkait branding dan pemasaran bagi produknya. “Selama ini saya hanya menjual lewat tetangga dan status WhatsApp, ternyata masih banyak platform lain yang dapat digunakan untuk mempromosikan usaha saya,” tuturnya.
Lurah Pedurungan Tengah memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut dan berharap pendampingan tidak berhenti pada tahap sosialisasi. Menurutnya, pengembangan website UMKM dapat menjadi langkah awal membangun ekosistem pemasaran digital bagi produk-produk lokal kelurahan.
Kegiatan ini juga didampingi oleh tiga Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tim KKN-T 106 UNDIP, yaitu Ir. Joko Mariyono, M.P., Ph.D., Annisa Firdauzi, S.P., M.P., dan Pramesti Megayana, S.P., M.Sc. Ketiganya turut memberikan arahan dalam pelaksanaan program agar kegiatan tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi digital, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh pelaku UMKM. Program ini dirancang tidak hanya berfokus pada aspek teknis produksi, tetapi juga pada penguatan kewirausahaan, pemasaran, dan manajemen usaha. “UMKM yang kuat bukan hanya yang produknya baik, tetapi juga yang mampu membangun merek, memasarkan secara digital, dan mengelola keuangan dengan baik,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi dan praktik. Sejumlah peserta bahkan langsung mencoba membuat konsep logo baru, mengambil foto produk, serta mendaftarkan usahanya ke website UMKM Kelurahan Pedurungan Tengah.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah kelurahan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tim KKN-T 106 UNDIP berharap materi yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga UMKM lokal mampu berkembang lebih profesional dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Secara lebih luas, inisiatif ini mendukung pencapaian SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi digital masyarakat, SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas UMKM, SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi dan website UMKM, serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan usaha yang lebih terencana dan efisien. Program ini menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM bukan sekadar tren, melainkan langkah strategis menuju ekonomi lokal yang lebih inklusif, modern, dan berkelanjutan.
- Azra Amaris Yumna Daylan
- Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Universitas Diponegoro
- Setuju







