UBAH LIMBAH JADI CUAN, IBU-IBU PKK RT UJUNGNEGORO SULAP MINYAK JELANTAH JADI LILIN AROMATERAPI SERAI BERSAMA MAHASISWA KKN-T UNDIP TIM 93
UBAH LIMBAH JADI CUAN: IBU-IBU PKK RT UJUNGNEGORO SULAP MINYAK JELANTAH JADI LILIN AROMATERAPI SERAI BERSAMA MAHASISWA KKN-T UNDIP TIM 93
Batang, 7 Agustus 2026 – Persoalan limbah industri yang membayangi Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro Tim 93 Kelompok 3 untuk mengajak warga melihat persoalan limbah dari sisi lain. Kali ini bukan limbah industri, melainkan limbah dapur yang selama ini luput dari perhatian, yaitu minyak jelantah. Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ragil Setia Dianingati, M.Sc., Apt., tim yang mengusung program besar “Integrasi SDGs, Pemberdayaan Masyarakat, dan Edukasi Kesehatan dalam Pengelolaan Air Bersih di Lingkungan Terdampak Limbah Industri di Desa Ujungnegoro” ini menggelar pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi ekstrak serai bersama ibu-ibu PKK RT Desa Ujungnegoro. Kegiatan digelar Jumat, 7 Agustus 2026, di salah satu rumah anggota PKK RT setempat, dan disambut antusias oleh para peserta.
Ibu-ibu PKK RT Desa Ujungnegoro mempraktikkan langsung proses pencetakan lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah dan ekstrak serai, Jumat (7/8/2026).
Mengenal Bahaya dan Potensi Minyak Jelantah Minyak jelantah adalah minyak goreng bekas pakai yang telah mengalami pemanasan berulang. Proses pemanasan berulang ini membuat kualitas minyak menurun dan berpotensi menghasilkan senyawa yang tidak baik bagi kesehatan apabila terus digunakan untuk memasak. Karena itu, minyak jelantah sebaiknya tidak dipakai ulang sebagai bahan pangan, melainkan diolah menjadi produk nonpangan yang lebih bermanfaat, seperti lilin aromaterapi. Selama ini, minyak jelantah kerap dibuang begitu saja oleh warga, baik ke saluran air maupun ke tanah. Kebiasaan yang tampak sepele ini nyatanya berpotensi mencemari lingkungan dan menyumbat saluran drainase. Padahal, minyak jelantah masih dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai jual. Tahapan Pembuatan Lilin Aromaterapi Serai Kegiatan dibuka dengan pemaparan materi mengenai pengertian minyak jelantah, dampaknya terhadap lingkungan, serta potensi pemanfaatannya sebagai bahan baku lilin. Materi disampaikan secara interaktif, lengkap dengan penjelasan langkah demi langkah mengenai proses penyaringan minyak jelantah agar layak digunakan kembali sebagai bahan campuran lilin. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung. Peserta mengikuti setiap tahapan mulai dari mencampur minyak jelantah dengan bahan pemadat, meneteskan ekstrak serai sebagai pewangi alami, hingga menuang adonan ke cetakan dan menunggunya mengeras. Ibu-ibu PKK RT tampak antusias mengikuti setiap tahapan, saling bertukar cerita sembari tangan mereka sibuk mencetak lilin masing-masing. Peluang Usaha dari Limbah Dapur Zaenatul Istiqomah, penyelenggara program sekaligus mahasiswa KKN-T Undip Tim 93 Kelompok 3, menyambut baik antusiasme warga selama pelatihan berlangsung. Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya soal keterampilan membuat lilin, tetapi juga soal mengubah cara pandang warga terhadap minyak jelantah. “Kami ingin warga tahu bahwa minyak jelantah bukan sekadar limbah dapur yang harus dibuang begitu saja. Kalau diolah dengan tepat, ia bisa menjadi produk yang bermanfaat sekaligus bernilai jual, seperti lilin aromaterapi ini. Harapan kami, ilmu yang dibagikan hari ini bisa terus dipraktikkan dan dikembangkan sendiri oleh ibu-ibu PKK RT ke depannya,” ujarnya. Dengan pengemasan yang menarik dan pemasaran yang tepat, lilin aromaterapi ekstrak serai ini berpotensi dikembangkan menjadi salah satu alternatif usaha skala rumah tangga. Warga juga dapat mengumpulkan minyak jelantah dari rumah masing-masing sehingga bahan baku produk ini mudah diperoleh tanpa biaya tambahan. Program ini merupakan bagian dari rangkaian KKN-T Undip Tim 93 Tahun 2026 yang mengusung tema besar “Integrasi SDGs, Pemberdayaan Masyarakat, dan Edukasi Kesehatan dalam Pengelolaan Air Bersih di Lingkungan Terdampak Limbah Industri di Desa Ujungnegoro”. Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro berharap warga Desa Ujungnegoro semakin terdorong untuk mengelola limbah rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait air bersih dan sanitasi, kehidupan sehat dan sejahtera, kota dan permukiman berkelanjutan, serta kemitraan untuk mencapai tujuan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta ramah tamah antara mahasiswa KKN-T Tim 93 dan ibu-ibu PKK RT Desa Ujungnegoro.
Penulis : Zaenatul Istiqomah
Fotografer : Divisi PDD KKN-T Universitas Diponegoro Tim 93
Kontak Media : @kknt.93ujungnegoro
- Zaenatul Istiqomah
- Mahasiswa Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Universitas Diponegoro
- Setuju






