Tingkatkan Pengelolaan Usaha, Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi HPP dan Perpajakan bagi UMKM Teka Ngopi

TINGKATKAN PENGELOLAAN USAHA, MAHASISWA KKN UNDIP EDUKASI HPP DAN PERPAJAKAN BAGI UMKM TEKA NGOPI

PEMALANG, 17 Agustus 2026 – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja “Sosialisasi Pentingnya Menyusun HPP bagi UMKM, Edukasi Dasar-Dasar Perpajakan UMKM, serta Pendampingan Perhitungan Harga Pokok Penjualan” pada UMKM Teka Ngopi di Desa Ampelgading, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, pada Jumat, 31 Juli 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya membantu pelaku UMKM memahami pentingnya pengelolaan biaya dan penentuan harga jual yang tepat. Dalam menjalankan usaha, pelaku UMKM perlu mengetahui biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk agar dapat menentukan harga jual secara lebih terukur serta mengetahui keuntungan yang diperoleh.

Dengan menyasar pengelola UMKM Teka Ngopi, program ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai Harga Pokok Penjualan (HPP) dan dasar-dasar perpajakan bagi UMKM. Selain itu, mahasiswa memberikan pendampingan secara langsung dalam menghitung HPP berdasarkan komponen biaya yang digunakan dalam kegiatan operasional usaha.

Mahasiswa KKN Tim II UNDIP, Jakti Feri Anto, menjelaskan bahwa pemahaman HPP dan perpajakan dapat membantu pelaku usaha mengelola kegiatan usahanya dengan lebih tertib.

“Kami ingin membantu UMKM Teka Ngopi memahami bagaimana biaya usaha dapat dihitung dan digunakan sebagai dasar dalam menentukan harga jual. Selain itu, kami juga memberikan pemahaman dasar mengenai perpajakan agar pelaku usaha memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai kewajiban perpajakannya,” 

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya penyusunan HPP bagi UMKM. Mahasiswa menjelaskan komponen biaya yang perlu diperhatikan dalam perhitungan HPP, seperti biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya lain yang berkaitan dengan proses produksi. Materi kemudian dilanjutkan dengan edukasi dasar-dasar perpajakan UMKM, termasuk pengenalan kewajiban perpajakan dan pentingnya administrasi usaha.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan perhitungan HPP secara langsung. Mahasiswa bersama pengelola Teka Ngopi mengidentifikasi biaya yang digunakan dalam kegiatan usaha dan melakukan perhitungan HPP berdasarkan data usaha yang tersedia. Pendampingan ini dilakukan agar pelaku UMKM dapat memahami proses perhitungan dan mampu menerapkannya dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Selama kegiatan berlangsung, pengelola UMKM Teka Ngopi mengikuti kegiatan dengan aktif. Diskusi dilakukan untuk menyesuaikan materi yang diberikan dengan kondisi nyata usaha, terutama terkait biaya bahan, biaya operasional, penentuan harga jual, dan pencatatan transaksi.

Pemilik UMKM Teka Ngopi, Mas Munir, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN.

“Pendampingan ini membantu kami memahami kembali bagaimana menghitung biaya yang dikeluarkan dalam usaha. Penjelasan mengenai HPP dan perpajakan juga memberikan pengetahuan baru yang dapat kami gunakan dalam mengelola usaha ke depannya,” ujarnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Tim II UNDIP berharap UMKM Teka Ngopi dapat menerapkan pencatatan biaya dan perhitungan HPP secara lebih teratur. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha menentukan harga jual secara lebih tepat, mengetahui keuntungan usaha, serta meningkatkan kesadaran terhadap aspek perpajakan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan evaluasi singkat, dokumentasi bersama, dan ramah tamah antara mahasiswa KKN dan pengelola UMKM Teka Ngopi. Pendampingan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi UMKM Teka Ngopi untuk menerapkan pengelolaan usaha yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Penulis/Reporter: Jakti Feri Anto
Fotografer: Ahmad Dzaky Pertika
Kontak Media/Humas Kelompok: kkn.ampelgading26@gmail.com

  • Jakti Feri Anto
  • Mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!