Tingkatkan Kualitas Susu dari Hulu ke Hilir, Mahasiswa KKN-T UNDIP Gelar Workshop Terpadu Rantai Perah Higienis di KTT Margo Utomo Desa Kalisidi, Ungaran Barat – Kabupaten Semarang

Kandang Komunal KTT Margo Utomo dusun Pilahan, Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kab Semarang

Tingkatkan Kualitas Susu dari Hulu ke Hilir, Mahasiswa KKN-T UNDIP Gelar Workshop Terpadu Rantai Perah Higienis di KTT Margo Utomo

KABUPATEN SEMARANG, 02 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 104 Universitas Diponegoro (UNDIP) sukses menyelenggarakan program bertajuk “Grand Workshop Tata Laksana & Kesehatan Sapi Perah Margo Utomo: Pendampingan Terpadu Rantai Perah Higienis dari Hulu ke Hilir”. Kegiatan ini berpusat di Kelompok Tani Ternak (KTT) Margo Utomo, Dusun Pilahan, Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat.

Program pengabdian ini dilaksanakan di bawah bimbingan dan arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Ir. Mulyono, M.Si. dan Ir. Sutrisno, M.P., dikoordinasikan sepenuhnya oleh Koordinator Desa (Kordes) KKN-T, Maula Deva Mochamad.

Latar Belakang & Urgensi Program

Produktivitas dan kualitas susu sapi perah di KTT Margo Utomo sangat bergantung pada konsistensi tata laksana harian peternak. Namun, analisis situasi di lapangan menunjukkan masih ditemukannya rantai risiko yang terputus, seperti gudang penyimpanan pakan yang lembab dan berisiko jamur, pembersihan badan sapi yang kurang optimal, inkonsistensi sanitasi pra-pemerahan, serta risiko penyakit mastitis akibat sfingter puting yang dibiarkan terbuka tanpa proteksi antiseptik pasca-pemerahan.

Menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa KKN-T UNDIP menghadirkan alur pendampingan terpadu yang menyatukan empat lini disiplin ilmu secara runut dan praktis mengikuti kronologi aktivitas harian peternak:

Rangkaian Kegiatan

  1. Sesi I (Hulu): Manajemen Gudang Pakan & Pencegahan Mikotoksin
    • Inisiator: Rizky Chairul Depok
    • Pelaksanaan & Peran Teknis: Edukasi dan pembenahan tata kelola gudang pakan dengan mempraktikkan penggunaan alas palet kayu (agar pakan konsentrat tidak menyentuh lantai semen), isolasi kelembaban, serta penataan sirkulasi udara. Langkah ini dilakukan untuk mencegah paparan jamur dan mikotoksin (Aflatoksin) yang berisiko menurunkan imunitas ternak dan mencemari susu.
    • Capaian SDGs (SDG 2: Tanpa Kelaparan/Ketahanan Pangan): Menjamin ketersediaan pakan sapi yang aman dan bebas racun jamur untuk menjaga keberlanjutan produksi susu bernutrisi tinggi bagi masyarakat.
  2. Sesi II (Pra-Pemerahan): Preparasi Fisik & Fisiologis Ternak Melalui Grooming
    • Inisiator: Syaeosaeiza Bieakbari Sams Secartu
    • Pelaksanaan & Peran Teknis: Demonstrasi teknik penyikatan tubuh sapi (grooming) pra-pemerahan searah alur bulu. Praktik ini berfungsi untuk membersihkan kotoran fisik, mereduksi tingkat stres sapi (animal welfare), serta memberikan stimulasi taktil yang memicu pelepasan hormon oksitosin untuk kelancaran pemancaran susu (milk let-down).
    • Capaian SDGs (SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera): Memastikan kesejahteraan hewan ternak (animal welfare) serta menjaga kebersihan fisik sapi untuk menekan risiko penularan penyakit zoonosis dan pencemaran kotoran pada hasil perahan.
  3. Sesi III (Eksekusi Pemerahan): SOP Pre-Milking Sanitation & Deteksi Dini Mastitis
    • Inisiator: Tri Yoga Ilham Pamungkas
    • Pelaksanaan & Peran Teknis: Pelatihan dan simulasi SOP sanitasi pra-perah yang mencakup pencucian tangan pemerah dengan sabun antiseptik, pembersihan dan pengeringan ambing menggunakan kain lap individual, serta pelaksanaan stripping test (pembuangan pancaran susu pertama) untuk mendeteksi secara visual gejala awal penyakit mastitis.
    • Capaian SDGs (SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Meningkatkan nilai kualitas mikrobiologis susu (Total Plate Count/TPC), meningkatkan nilai tawar dan harga jual susu di koperasi, serta melindungi pendapatan peternak dari risiko kerugian akibat biaya pengobatan ternak yang sakit.
  4. Sesi IV (Hilir): Proteksi Pasca-Perah Melalui Teat Dipping Herbal Daun Kersen
    • Inisiator: Ryo Saputra Saestu
    • Pelaksanaan & Peran Teknis: Praktik pembuatan antiseptik alami dari rebusan daun kersen (Muntingia calabura) yang kaya akan flavonoid dan tanin. Ryo memperagakan metode teat dipping (pencelupan puting sapi ke dalam cangkir dipping) pasca-pemerahan untuk menutup sfingter puting yang terbuka terhadap invasi kuman penyebab mastitis.
    • Capaian SDGs (SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): Mengoptimalkan pemanfaatan tanaman lokal sebagai bahan sanitasi herbal yang ramah lingkungan, terjangkau, ramah bagi kesehatan ternak, serta mendukung produksi bahan pangan secara efisien dan berkelanjutan.

Dukungan Mitra & Luaran Program

Ketua KTT Margo Utomo, Bapak Slamet, menyatakan dukungan penuh serta apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN-T UNDIP.”Kami sangat terbantu dengan adanya workshop terpadu ini. Penjelasannya dari pakan di gudang sampai perawatan setelah memerah sangat urut dan langsung bisa kami praktikkan sendiri di kandang. Inovasi antiseptik daun kersen ini juga sangat hemat dan bermanfaat bagi anggota kelompok kami,” ujar Bapak Slamet.

Sebagai bentuk keberlanjutan program (sustainability), tim KKN-T UNDIP turut menyerahkan bantuan fisik berupa alas palet kayu gudang, cangkir teat dipping, sampel larutan antiseptik kersen siap pakai, modul panduan praktis, serta memasang poster SOP Pemerahan Higienis (Hulu ke Hilir) secara permanen di dinding area pemerahan KTT Margo Utomo.

  • Dr. Ir. Mulyono, M.Si
  • Dosen KKNT 104 Undip
  • qmulyo@gmail.com
  • 085727278309
  • WhatsApp-Image-2026-08-02-at-01.41.31
    WhatsApp-Image-2026-08-02-at-01.41.31
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!