TIM SAINTEK UNDIP DORONG PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK MENJADI PRODUK BERNILAI TAMBAH DI DESA KAHUMAN
Klaten, 8 Agustus 2026 — Sebagai upaya mendorong pengelolaan limbah organik yang lebih berkelanjutan di Desa Kahuman, mahasiswa KKN Tim II UNDIP 2026 melalui program Multidisiplin 2 menghadirkan rangkaian kegiatan yang saling berkaitan, mulai dari pengolahan limbah menjadi kompos, penerapan teknologi pencacahan, peningkatan keselamatan penggunaan alat, hingga pemanfaatan limbah pangan menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan ini melibatkan Karang Taruna sebagai mitra utama sekaligus penggerak pemanfaatan limbah di lingkungan desa.
Sebagai langkah awal, Najwa Khoerunnisa, mahasiswa KKN UNDIP dari Program Studi Kimia FSM, melaksanakan demonstrasi dan edukasi pembuatan kompos bersama Karang Taruna Desa Kahuman. Kegiatan memanfaatkan bahan organik yang mudah ditemukan, seperti daun kering, daun hijau, tanah, serta limbah organik atau sisa dapur, untuk diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai penyubur tanaman. Melalui kegiatan ini, Karang Taruna diajak memahami bahwa limbah organik rumah tangga masih memiliki manfaat dan dapat diolah kembali sehingga tidak hanya berakhir sebagai sampah. Program ini mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.
Untuk mendukung proses pengolahan limbah organik agar lebih efektif, Muhammad Haikal, mahasiswa Program Studi Teknik Listrik Industri, melaksanakan program Pembuatan Mesin Pencacah Limbah Organik Skala Rumah Tangga pada Sabtu, 8 Agustus 2026 bersama Karang Taruna Desa Kahuman. Mesin ini dirancang sebagai teknologi tepat guna yang membantu memperkecil ukuran limbah organik sehingga lebih mudah diolah dan dimanfaatkan. Selain memperkenalkan fungsi mesin, kegiatan juga mendorong anggota Karang Taruna untuk memahami proses perakitan sehingga memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan secara mandiri. Program ini mendukung SDGs Desa poin ke-12, Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan, serta SDGs Desa poin ke-9, Infrastruktur dan Inovasi Desa sesuai Kebutuhan, melalui penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sejalan dengan penerapan teknologi tersebut, aspek keselamatan kerja menjadi bagian penting dalam penggunaan mesin. Muhammad Annaafi Arifihanto Wahyusena melaksanakan program pembuatan dan edukasi SOP Kerja Aman Mesin Pencacah Limbah Organik untuk meningkatkan pemahaman Karang Taruna terhadap potensi bahaya selama pengoperasian alat. Edukasi mencakup penggunaan APD, pemeriksaan kondisi mesin, prosedur pengoperasian dan penghentian, serta perawatan dan penyimpanan alat. SOP juga dipasang pada mesin sebagai pedoman bagi pengguna, dengan penekanan untuk mencabut kabel sebelum melakukan pembersihan atau menyentuh bagian pencacah. Program ini mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penerapan kondisi kerja yang aman serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan limbah organik yang lebih bertanggung jawab.
Selain diolah menjadi kompos, pemanfaatan limbah juga dapat dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah. Adisa Naila Lubna melaksanakan program pemanfaatan kulit singkong sebagai bahan baku keripik untuk mengurangi food waste. Kegiatan dilakukan melalui identifikasi potensi kulit singkong, perancangan dan uji coba produk, hingga uji kesukaan sederhana untuk mengetahui penerimaan masyarakat. Hasilnya berupa keripik kulit singkong sebagai alternatif produk pangan berbasis pemanfaatan limbah. Program ini mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong pemanfaatan bahan pangan yang sebelumnya berpotensi terbuang menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
- TIM II KKN R UNDIP KELOMPOK SAINTEK DESA KAHUMAN KECAMATAN POLANHARJO KABUPATEN KLATEN
- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro
- Setuju






