Sosialisasi Pemilahan Sampah dan Edukasi Duta Anti Plastik bagi Anak-Anak Desa Tegalsari Barat
TEGALSARI BARAT – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro sukses menggelar kegiatan sosialisasi interaktif mengenai pentingnya pemilahan sampah dan penekanan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai yang ditujukan kepada anak-anak di Desa Tegalsari Barat. Program edukatif ini dirancang secara khusus untuk menanamkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sejak usia dini, sekaligus membiasakan generasi muda dalam mempraktikkan pengelolaan sampah secara terstruktur, efisien, dan berkelanjutan di kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan sosialisasi berlangsung dengan sangat tertib, interaktif, dan penuh keceriaan. Pada sesi awal, anak-anak Desa Tegalsari Barat diberikan pemahaman mendasar mengenai bahaya penumpukan limbah, perbedaan karakteristik jenis sampah (seperti sampah organik dan anorganik), hingga dampak negatif jangka panjang dari penggunaan plastik sekali pakai terhadap ekosistem. Materi pembelajaran dikemas dan disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana, komunikatif, serta visual yang menarik agar poin-poin penting dapat diserap secara optimal oleh seluruh peserta.
Dalam pelaksanaan program ini, Thessalonika Felitha Alexandra Sitorus, mahasiswa KKN dari Fakultas Hukum, bertindak sebagai pemateri utama yang mengarahkan keseluruhan jalannya acara. Tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, saya juga memandu langsung sesi games simulasi pemilahan sampah dan kuis edukatif interaktif. Pada sesi kuis ini, anak-anak diajak aktif berebut menjawab pertanyaan seputar materi yang telah dipaparkan. Bagi peserta yang berhasil menjawab kuis maupun mempraktikkan pemisahan sampah ke dalam wadah yang tepat, diberikan apresiasi khusus untuk memacu semangat dan keterlibatan aktif mereka.
Meskipun kegiatan secara umum berjalan dengan sangat lancar dan penuh antusiasme, tim penyelenggara sempat menghadapi tantangan berupa perbedaan tingkat pemahaman teknis serta rentang usia peserta yang cukup beragam. Untuk mengatasi kendala tersebut, penyampaian materi disesuaikan secara bertahap melalui metode fun learning (belajar sambil bermain). Pendampingan intensif dan personal juga diberikan selama sesi games dan kuis berlangsung, sehingga anak-anak dari berbagai tingkatan usia dapat memahami esensi materi dengan baik tanpa merasa kesulitan.
Melalui keberlanjutan kegiatan ini, anak-anak Desa Tegalsari Barat diharapkan dapat tumbuh menjadi “Duta Anti Plastik” serta pelopor gerakan kebersihan di lingkungan tempat tinggal maupun sekolah mereka. Pembekalan edukasi dan pengalaman praktik langsung ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif anak-anak dalam memilah sampah secara konsisten, sekaligus menginspirasi teman-teman sebaya dan keluarga untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
- Thessalonika Felitha Alexandra Sitorus
- Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Diponegoro
- Setuju






