Serunya Belajar Kimia! Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan Asam-Basa lewat Eksperimen Gunung Meletus Mini

KABUPATEN SRAGEN – Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar program sosial kemasyarakatan bertajuk “Chemistry Fun Lab: Gunung Meletus Mini, Belajar Asam Basa dan Mitigasi Bencana Gunung Meletus” di Desa Plumbon, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Kegiatan edukasi sains ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada 5 Agustus 2026 di SDN 1 Plumbon dan 6 Agustus 2026 di SDN 2 Plumbon. Kegiatan tersebut dipandu oleh Desvita Tri Anggraeni dari Jurusan Kimia selaku pemateri sekaligus penanggung jawab kegiatan.

Program Chemistry Fun Lab dirancang untuk mengenalkan konsep dasar kimia kepada siswa sekolah dasar melalui eksperimen sederhana dan menyenangkan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan zat asam dan basa, eksperimen gunung meletus mini, penjelasan mengenai terbentuknya gas karbon dioksida (CO₂), serta edukasi mengenai mitigasi bencana gunung meletus.

Kegiatan diawali dengan mengajak siswa mengenal bahan-bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Cuka diperkenalkan sebagai salah satu contoh zat yang bersifat asam, sedangkan baking soda diperkenalkan sebagai contoh zat yang bersifat basa. Siswa kemudian diajak menebak apa yang akan terjadi ketika kedua bahan tersebut dicampurkan sebelum eksperimen dilakukan.

Gambar 1. Dokumentasi pelaksanaan Chemistry Fun Lab: Gunung Meletus Mini, Belajar Asam Basa dan Mitigasi Bencana Gunung Meletus Tanggal 5 Agustus 2026 di SD N 1 Plumbon dan Tanggal 6 Agustus di SD N 2 Plumbon

Setelah itu, siswa menyaksikan eksperimen gunung meletus mini. Ketika bahan asam dan basa dicampurkan, muncul banyak gelembung yang kemudian menghasilkan busa dan keluar dari model gunung menyerupai lava. Fenomena tersebut dijelaskan secara sederhana bahwa pencampuran kedua bahan menghasilkan gas karbon dioksida (CO₂). Gas yang terbentuk memberikan dorongan sehingga busa dapat keluar dari model gunung.

Penggunaan sabun dalam eksperimen juga dijelaskan kepada siswa. Sabun membantu menangkap gelembung gas sehingga menghasilkan lebih banyak busa dan membuatnya keluar secara perlahan. Busa tersebut kemudian memberikan visualisasi yang menyerupai lava gunung meletus.

Meski menggunakan bentuk gunung sebagai media eksperimen, Desvita juga menekankan bahwa fenomena tersebut bukanlah gambaran proses gunung meletus yang sebenarnya. Gunung meletus merupakan fenomena alam yang terjadi ketika magma yang sangat panas keluar dari dalam bumi. Penjelasan ini diberikan agar siswa dapat membedakan fenomena kimia dalam eksperimen dengan proses geologi pada gunung api sebenarnya.

Tidak berhenti pada eksperimen, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi mengenai mitigasi bencana gunung meletus. Para siswa diajak memahami pentingnya tetap tenang dan tidak panik, mendengarkan informasi dari guru, orang tua, atau petugas, mengikuti jalur evakuasi menuju tempat yang aman, serta menjauhi daerah sekitar gunung ketika terjadi erupsi.

Kegiatan Chemistry Fun Lab merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi mahasiswa KKN UNDIP bersama Riski Dysas Prabawani, S.H., M.H. selaku Dosen Pembimbing Lapangan, kegiatan ini menjadi wadah penerapan ilmu pengetahuan yang dikemas secara interaktif dan disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan siswa sekolah dasar di Desa Plumbon. Perpaduan antara pengenalan konsep asam-basa, eksperimen gunung meletus mini, dan edukasi mitigasi bencana diharapkan dapat membuat pembelajaran sains lebih mudah dipahami sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu dan kesadaran siswa terhadap keselamatan diri serta lingkungan di sekitarnya.

Mahasiswa KKN UNDIP berharap kegiatan yang dilaksanakan di SDN 1 Plumbon pada 5 Agustus 2026 dan SDN 2 Plumbon pada 6 Agustus 2026 ini dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membekali siswa dengan pengetahuan dasar mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kegiatan ini sejalan dengan semangat UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer pengetahuan dan pengenalan sains secara interaktif kepada siswa, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui edukasi mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana gunung meletus. Dengan demikian, Chemistry Fun Lab diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan eksperimen yang menyenangkan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun pengetahuan, rasa ingin tahu, dan kesadaran siswa dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan sekitarnya.

  • Desvita Tri Anggraeni
  • Mahasiswa Program Studi Kimia, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!