Satu Kelas, Seribu Mimpi: Berbagi Ilmu dan Semangat Bersama Siswa SDN 1 Glonggong

Dokumentasi bersama Guru SDN 1 Glonggong dan Mahasiswa Tim II KKN UNDIP

Pendidikan menjadi salah satu langkah penting dalam membangun masa depan anak. Melalui semangat tersebut, Tim II KKN UNDIP Desa Glonggong melaksanakan program multidisiplin di SDN 1 Glonggong dengan menghadirkan kegiatan pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Program ini mengusung tema “Optimalisasi Pendidikan sebagai Solusi Preventif terhadap Anak Putus Sekolah di Desa Glonggong”. Kegiatan dirancang secara kolaboratif dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam bagi siswa.

Alih-alih hanya belajar melalui penyampaian materi, siswa diajak untuk belajar sambil bermain, berdiskusi, bereksperimen, hingga menghasilkan karya. Berbagai kegiatan edukatif diberikan sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing mahasiswa. Siswa dikenalkan dengan hak dan kewajiban anak serta pemahaman mengenai perundungan melalui permainan dan role play. Ada pula kegiatan origami yang mendorong kreativitas dan keterampilan motorik, serta permainan “Detektif Kebutuhan” untuk membantu siswa memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.

Pembelajaran juga dikembangkan melalui kegiatan yang lebih aplikatif. Siswa mendapatkan edukasi mengenai kesehatan dan pertolongan pertama sederhana melalui optimalisasi UKS, belajar menyampaikan aspirasi melalui media “Pohon Harapan”, serta mengenal konsep kesejahteraan hewan melalui program “Sahabat Hewan: Menyayangi dan Merawat Hewan Sejak Dini.” Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak memahami kebutuhan dasar hewan, cara memperlakukan hewan dengan baik, serta pentingnya menjaga kebersihan setelah berinteraksi dengan hewan.
Tidak berhenti di sana, suasana belajar juga dibuat semakin menarik melalui eksperimen sains sederhana. Siswa diperkenalkan pada konsep asam dan basa menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Kegiatan tersebut dilengkapi dengan diskusi dan kuis sehingga siswa dapat memahami konsep sains melalui pengalaman langsung.

Di balik beragam kegiatan tersebut, program ini memiliki tujuan yang lebih luas, yaitu menumbuhkan motivasi dan ketertarikan siswa terhadap pendidikan sejak dini. Hal ini menjadi bagian dari upaya preventif dalam mencegah munculnya Anak Tidak Sekolah (ATS) di kemudian hari. Dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, membangun rasa percaya diri, serta memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan cita-citanya, diharapkan anak memiliki semangat untuk terus mengikuti pendidikan.

Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini juga menjadi pengalaman untuk belajar memahami kebutuhan siswa serta menerapkan ilmu dari bangku perkuliahan secara langsung. Kolaborasi lintas disiplin menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya tentang menyampaikan materi, tetapi juga tentang menciptakan pengalaman belajar yang mampu membuat anak merasa didengar, dihargai, dan berani bermimpi.

Melalui “Satu Kelas, Seribu Mimpi”, Tim II KKN UNDIP berharap setiap kegiatan yang dilakukan dapat meninggalkan pengalaman positif bagi siswa dan menjadi bagian kecil dari upaya menumbuhkan semangat belajar sejak dini. Sebab, dari ruang kelas yang sederhana, bisa tumbuh mimpi-mimpi besar untuk masa depan.

 

  • Osha Rumizaki
  • Mahasiswa TIM II KKN Universitas Diponegoro Desa Glonggong
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!