Sasar Tiga Sekolah di Mojoagung, KKN UPGRIS Gelar Edukasi Pahami dan Lawan Cyberbullying

KENDAL – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar program edukasi etika digital dan pencegahan cyberbullying bagi siswa sekolah dasar di Desa Mojoagung, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini menyasar tiga lembaga pendidikan dasar di desa tersebut, yaitu SDN 1 Mojoagung, SDN 2 Mojoagung, dan MI Miftakhul Ulum Mojoagung.

Program edukasi ini diusung sebagai langkah preventif dalam merespons makin masifnya penggunaan gawai dan media sosial di kalangan anak-anak. Melalui sosialisasi interaktif, para siswa diajak untuk memahami pentingnya menjaga kesantunan, menghindari perundungan siber (cyberbullying), serta menggunakan internet secara sehat dan bijak.

Ketua Program Kerja (Proker) Pendidikan KKN UPGRIS Desa Mojoagung, Alvina Naili Khusnia, menjelaskan bahwa anak-anak usia sekolah dasar saat ini sangat rentan terhadap dampak negatif dunia digital jika tidak dibekali dengan pemahaman etika yang kuat.

“Edukasi mengenai cyberbullying dan etika bermedia sosial harus ditanamkan sejak dini. Anak-anak perlu menyadari bahwa kata-kata atau komentar negatif yang mereka tulis di internet bisa menyakiti perasaan orang lain. Kami ingin membangun kesadaran agar mereka tidak hanya cerdas memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki rasa empati dan kesantunan dalam berinteraksi di dunia maya,” ujar Alvina.

Sementara itu, Ketua Tim KKN UPGRIS Desa Mojoagung, Rasalman, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pengabdian mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda di daerah tersebut.

“Penggunaan gawai sudah masuk ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak di pedesaan. Melalui sinergi bersama SDN 1, SDN 2, dan MI Miftakhul Ulum Mojoagung, kami berharap kegiatan ini memberikan dampak jangka panjang. Kami ingin membentengi para siswa agar terhindar dari perilaku perundungan online dan mampu menjadi pelopor pengguna internet yang sehat di lingkungan mereka,” tutur Rasalman.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti pemaparan materi yang disajikan secara interaktif melalui gambar, diskusi kelompok, dan contoh kasus sehari-hari. Pihak sekolah pun menyambut hangat serta menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif tim KKN UPGRIS ini. “Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kehadiran mahasiswa KKN UPGRIS. Edukasi etika digital dan pencegahan cyberbullying ini sangat relevan dengan kebutuhan anak-anak saat ini. Pembekalan ini menjadi pondasi penting agar para siswa kami tidak hanya mahir menggunakan gawai, tetapi juga memiliki akhlak dan kesantunan di dunia digital. Kami berharap nilai-nilai positif ini terus diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Miftahul Adibah

  • Ananda Fitri Azzahra
  • Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!