Sampah Terkelola, Keluarga Berdaya: Optimalisasi Pakan Ayam dan Taman TOGA untuk Mendukung SDGs
Semarang, 14 Agustus 2026 – Sampah rumah tangga yang dikelola dengan tepat tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga. Melalui gerakan pengolahan sampah organik dan anorganik, masyarakat mulai mengembangkan sistem terpadu yang mendukung penyediaan pakan ayam serta pembangunan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di lahan terbatas.
Kegiatan diawali dengan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah organik, seperti sisa sayuran, buah, nasi, dan bahan pangan tertentu yang masih layak, dapat diolah secara aman menjadi bahan pakan alternatif atau difermentasi sebagai campuran pakan ayam. Sementara itu, daun kering, sisa tanaman, dan kotoran ayam dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kompos untuk menyuburkan tanaman TOGA.
Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si. Selaku DPL KKN T 101 Undip menyampaikan bahwa pemanfaatan limbah sebagai bahan pakan harus memperhatikan keamanan dan kualitasnya. Bahan yang telah berjamur, membusuk, mengandung minyak berlebihan, tercampur bahan kimia, atau berpotensi membahayakan kesehatan ternak tidak digunakan. Pengolahan yang tepat diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial sekaligus menekan biaya pemeliharaan ayam skala rumah tangga.
Sampah anorganik, seperti botol plastik, kemasan, dan wadah bekas, dipilah berdasarkan jenisnya. Bahan yang masih aman dan layak dapat dimanfaatkan kembali sebagai pot, tempat pembibitan, atau bagian dari sistem kebun vertikal. Sampah yang tidak dapat digunakan disalurkan ke bank sampah atau tempat pengolahan agar memiliki nilai ekonomi dan tidak mencemari lingkungan.
Taman TOGA dikembangkan dengan menanam berbagai tanaman bermanfaat, seperti jahe, kunyit, kencur, lengkuas, serai, daun sirih, dan tanaman herbal lainnya. Penggunaan pot, polybag, rak bertingkat, serta wadah bekas memungkinkan masyarakat tetap berkebun meskipun hanya memiliki pekarangan yang sempit.
ri Sumarsih selaku Ketua PKK RW 8 Perbalan Gunungpati Semarang menyampaikan bahwa integrasi pengolahan sampah, pemeliharaan ayam, dan Taman TOGA membentuk siklus yang saling mendukung. Sampah organik terpilih dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan, kotoran ayam dan sisa tanaman diolah menjadi kompos, sedangkan kompos digunakan untuk menyuburkan tanaman. Hasil pemeliharaan ayam dan kebun kemudian dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan serta tanaman obat bagi keluarga.
Gerakan ini mendukung sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDGs 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDGs 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, serta SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Selain memberikan manfaat lingkungan, kegiatan tersebut juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Penghematan biaya pakan, pemanfaatan hasil ternak, produksi kompos, pengembangan bibit tanaman herbal, serta pengelolaan sampah anorganik melalui bank sampah dapat membantu meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga.
Melalui partisipasi aktif masyarakat, sampah yang sebelumnya dianggap sebagai masalah dapat diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat. Dari lingkungan rumah tangga dan lahan yang terbatas, tumbuh sebuah gerakan sederhana menuju keluarga yang lebih mandiri, sehat, produktif, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
- Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si.
- Dosen Departemen Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertannian Universitas Diponegoro
- Setuju






