Perkuat Tata Kelola Budidaya Hortikultura, Tim KKN-T 112 Undip Dukung Petani Kaliduren Bersiap Menuju Sertifikasi Prima 3

Mahasiswa KKNT-112 melakukan sosialisasi terkait SOP budidaya dan pascapanen serta pengisian catatan kegiatan budidaya kepada petani mitra di Dusun Kaliduren

Batur, Kec. Getasan – Potensi hortikultura di Dusun Kaliduren, Desa Batur, Kecamatan Getasan, terus dikembangkan melalui upaya peningkatan tata kelola dan mutu hasil pertanian. Sebagai salah satu bentuk pendampingan, Tim KKN-T 112 Universitas Diponegoro menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya dan pascapanen serta buku pencatatan budidaya bagi petani mitra. Upaya ini dilakukan untuk mendukung kesiapan petani dalam proses menuju Sertifikasi Prima 3 sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan sektor pertanian dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan produktivitas dan daya saing usaha pertanian.

SOP disusun sebagai pedoman tertulis yang memuat pelaksanaan budidaya hingga pascapanen dengan menyesuaikan praktik yang telah diterapkan petani di lapangan. Sementara itu, buku pencatatan budidaya digunakan untuk mendokumentasikan berbagai kegiatan selama proses budidaya, seperti penggunaan bibit, pupuk, pestisida, hingga hasil panen. Keberadaan keduanya diharapkan dapat membantu petani menjalankan dan memantau kegiatan budidaya secara lebih terarah dan terdokumentasi.

Kebutuhan pencatatan tersebut juga diperkuat melalui masukan OKKPD saat pelaksanaan inspeksi Sertifikasi Prima 3. Pencatatan dinilai penting untuk memudahkan penelusuran berbagai aktivitas selama proses budidaya. Menindaklanjuti masukan tersebut, Tim KKN-T 112 mengembangkan format pencatatan yang praktis dan disesuaikan dengan kebutuhan petani untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

Tidak berhenti pada penyusunan dokumen, mahasiswa KKN-T 112 juga melakukan sosialisasi kepada petani mitra mengenai SOP serta pengisian catatan kegiatan budidaya. Pendampingan ini dilakukan agar dokumen dapat digunakan dalam kegiatan pertanian sehari-hari sekaligus membantu petani memantau proses budidaya.

Bapak Sugiyono selaku petani mitra sasaran menyampaikan bahwa keberadaan SOP dan buku catatan ini dapat membantu petani dalam mengamati perkembangan tanaman yang sedang dibudidayakan.

“Adanya SOP dan buku catatan ini membantu kami mengingat apa saja yang sudah dilakukan selama proses tanam. Jadi, penggunaan pupuk dan pestisida bisa dicatat, sehingga kami tahu kapan terakhir diberikan dan kapan perlu diberikan lagi,” ujar Bapak Sugiyono setelah kegiatan sosialisasi berlangsung.

Melalui penyusunan SOP dan pencatatan budidaya, tim KKN-T 112 turut membantu petani menata proses budidaya yang selama ini telah berjalan agar lebih terarah dan terdokumentasi. Upaya ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat tata kelola budidaya sekaligus mendukung kesiapan petani dalam melanjutkan proses menuju Sertifikasi Prima 3.

  • Laili Wahyu Riyadini
  • Mahasiswa Teknik Industri, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!