Mahasiswa KKN UNDIP Lakukan Penanggulangan Pembakaran Sampah yang Tidak Efektif dan Pemborosan Energi melalui Edukasi Bahan Tungku Sampah Berbasis Material
JATENG.NET, Klaten — Permasalahan pembakaran sampah masih menjadi isu utama dalam pengelolaan lingkungan di Desa Jogoprayan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. Berdasarkan hasil observasi lapangan, sebagian besar warga masih melakukan pembakaran sampah secara terbuka dengan metode konvensional, seperti membakar langsung di tanah atau menggunakan wadah seadanya.
Praktik ini dinilai tidak efektif karena menghasilkan asap pekat, pembakaran tidak sempurna, serta menimbulkan pemborosan energi panas yang terbuang ke lingkungan tanpa dimanfaatkan secara optimal. Selain mencemari udara, metode tersebut juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan dan risiko kebakaran.
Menanggapi kondisi tersebut, dilakukan kegiatan edukasi penanggulangan pembakaran sampah yang tidak efektif melalui pendekatan teknologi sederhana berupa pengenalan tungku sampah berbasis material yang lebih tepat guna pada Jumat, 23 Januari 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya desain dan pemilihan material tungku agar proses pembakaran menjadi lebih efisien, aman, dan mendukung prinsip energi berkelanjutan. Edukasi ini tidak hanya menekankan pada aspek lingkungan, tetapi juga pada pemanfaatan energi panas hasil pembakaran agar tidak terbuang sia-sia.
Dari sisi material, dijelaskan bahwa tungku sampah ideal sebaiknya menggunakan bahan yang tahan panas dan mampu menahan serta memusatkan energi termal, seperti bata tahan api (hebel) dan plat besi tebal. Material tersebut berfungsi sebagai ruang bakar tertutup yang memungkinkan suhu pembakaran lebih tinggi dan stabil, sehingga sampah dapat terbakar lebih sempurna dan mengurangi emisi asap. Selain itu, penggunaan lapisan isolator panas seperti tanah liat atau pasir juga disarankan untuk meminimalkan kehilangan panas ke lingkungan sekitar.
Melalui pendekatan ini, masyarakat Desa Jogoprayan mulai memahami bahwa permasalahan utama pembakaran sampah bukan hanya terletak pada kebiasaan, tetapi juga pada ketidaktepatan material yang digunakan. Tungku yang terbuat dari bahan seadanya, seperti kaleng tipis atau pembakaran langsung di tanah, menyebabkan panas cepat hilang dan energi tidak termanfaatkan. Sebaliknya, dengan pemilihan material yang tepat, energi panas dari pembakaran dapat digunakan untuk keperluan lain, seperti mengeringkan bahan organik atau membantu proses sterilisasi alat sederhana, sehingga lebih selaras dengan konsep energi berkelanjutan.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis teknologi sederhana dapat menjadi solusi awal dalam menanggulangi pembakaran sampah yang tidak efektif dan boros energi. Dengan memahami karakteristik material tungku sampah, masyarakat diharapkan mampu beralih dari praktik pembakaran konvensional menuju metode yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan, serta mendukung terciptanya desa yang lebih sehat dan sadar energi.
Penulis:
Sebastian Henggar Hartanto Adi
Program Studi Teknik Elektro
DPL:
Ichlasul Ayyub, S.S., M.Si.







