Pembuatan Standar Operasional Prosedur dan Tata Tertib Pojok Baca: Bersama Menata Ruang Literasi Desa.

Penyerahan Dokumen Standar Operasional Prosedur dan Tata Tertib Pojok Baca

Kahuman, 07 Agustus 2026 – Di tengah rendahnya minat baca masyarakat, sebuah gagasan sederhana namun berdampak besar menjadi isu besar bagi Mahasiswa KKN UNDIP Tim II. Ia menggagas program kerja dengan tajuk “Pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Tata Tertib Pojok Baca”, sebuah inisiatif yang bertujuan menghadirkan ruang literasi yang tertata rapi, nyaman, dan berkelanjutan di tengah masyarakat desa.

Selama masa observasi KKN, Mahasiswa KKN UNDIP Tim II menyadari bahwa banyak desa yang sebenarnya sudah memiliki pojok baca, namun pengelolaannya masih belum optimal. Buku-buku sering kali tidak tertata, tidak ada aturan peminjaman yang jelas, diikuti minim pengawasan sehingga lambat laun pojok baca tersebut sepi peminat bahkan berujung terbengkalai. Dari situ, muncul sebuah ide untuk membuat Standar Operasional Prosedur dan tata tertib yang jelas agar pojok baca dapat dikelola secara profesional meski dijalankan oleh masyarakat setempat.

Mahasiswa KKN UNDIP Tim II ini memulai prokernya dengan berdiskusi bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, dan anggota kelompok KKN untuk memahami kebutuhan di lapangan. Setelah itu, ia menyusun dokumen Standar Operasional Prosedur yang mencakup beberapa prosedur seperti peminjaman dan pengembalian buku, jadwal operasional, mekanisme perawatan koleksi buku, hingga tata tertib seperti menjaga kebersihan dan ketenangan ruang baca. 

Dengan adanya Standar Operasional Prosedur dan tata tertib ini, pojok baca sekarang memiliki sistem pengelolaan yang lebih jelas dan berkelanjutan. Masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, menjadi lebih tertarik untuk berkunjung karena suasana yang tertata dan nyaman. Minat literasi pun perlahan tumbuh, tidak hanya sebagai sarana membaca, tetapi juga sebagai ruang berkumpul yang edukatif bagi warga.

Program kerja ini sejalan dengan beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya yaitu, nomor 4 yang merupakan pendidikan berkualitas yaitu dengan mendukung akses pendidikan non-formal melalui peningkatan budaya literasi masyarakat dan nomor 11 yang merupakan pembangunan berkelanjutan yang menjadikan kota dan permukiman manusia inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan pada tahun 2030 dengan cara membangun ruang publik yang layak dan bermanfaat bagi masyarakat desa.

Melalui program sederhana namun berdampak ini, Mahasiswa KKN UNDIP Tim II membuktikan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang bersifat terstruktur. Pojok baca yang dulunya sepi kini berubah menjadi ruang tumbuhnya semangat literasi semua golongan masyarakat, sekaligus menjadi warisan program yang diharapkan terus berjalan meski masa KKN telah selesai.

Penulis/Reporter: Fathiya Putri Kirana

Dosen Pembimbing Lapangan: Sri Risdhiyanti Nuswantari, S. Tr.T., M. T.

  • Fathiya Putri Kirana
  • Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!