Menumbuhkan Generasi Adaptif, KKN Undip Hadirkan Inovasi Edukasi Sains Dukung SDG 4

Tim II KKN-R Undip Desa Kelangdepok bersama siswa dalam rangkaian Program Sosial Kemasyarakatan Kelompok Saintek di SMPN 3 Bodeh.

Kelangdepok, Kabupaten Pemalang – Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro (Undip) Desa Kelangdepok melalui Program Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) Kelompok Saintek melaksanakan rangkaian edukasi sains bagi siswa di wilayah Kecamatan Bodeh dengan mengusung tema “Inovasi Edukasi Sains untuk Mewujudkan Generasi Adaptif dan Berpikir Kritis” dalam mendukung Sustainable Development Goal (SDG) 4: Quality Education. Rangkaian kegiatan mencakup edukasi pengelolaan limbah plastik untuk mencegah pencemaran mikroplastik, pembelajaran logika matematika, serta pengenalan sektor maritim. Ketiga program tersebut dirancang untuk memperkuat literasi sains sekaligus membangun kemampuan siswa dalam memahami persoalan, mengolah informasi, dan mengembangkan penalaran secara kritis.

Salah satu kegiatan dilaksanakan kepada siswa kelas VII SMPN 3 Bodeh melalui edukasi pengelolaan limbah plastik dan pencegahan pencemaran lingkungan oleh mikroplastik. Materi disampaikan secara interaktif dengan memperkenalkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan mengaitkannya dengan perilaku sehari-hari. Siswa didorong untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, antara lain melalui kebiasaan membawa botol minum atau tumbler, serta meningkatkan kesadaran dalam membuang dan memilah sampah. Interaksi selama pembelajaran menunjukkan antusiasme peserta, termasuk kemampuan siswa dalam membedakan plastik yang dapat digunakan kembali dan yang perlu didaur ulang. Sebagai penguatan, mahasiswa menghasilkan brosur serta poster A4 yang ditempatkan pada majalah dinding sekolah sebagai media edukasi yang dapat dimanfaatkan setelah kegiatan berakhir.

Program berikutnya berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis melalui logika matematika. Pembelajaran menggunakan contoh kontekstual agar siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menjelaskan proses penalaran yang mendasari suatu jawaban. Kegiatan dilanjutkan melalui studi kasus dan permasalahan logika secara berkelompok yang mendorong siswa mengidentifikasi informasi, bertukar pendapat, memberikan argumentasi, dan menyusun kesimpulan. Lembar kerja diberikan sebagai latihan lanjutan untuk memperkuat penerapan materi secara mandiri. Program ini menghasilkan modul pembelajaran formal mengenai berpikir kritis dan logika matematika untuk pihak sekolah serta materi PowerPoint sebagai bahan belajar siswa. 

Pada bidang lain, Kelompok Saintek memperkenalkan sektor maritim kepada siswa SMP kelas VIII di wilayah Kecamatan Bodeh selama dua hari. Program ini diarahkan untuk memperluas wawasan siswa mengenai posisi Indonesia sebagai negara maritim, terutama bagi peserta didik di wilayah pedalaman yang relatif terbatas memperoleh pengetahuan mengenai kelautan dan perkapalan. Materi meliputi tiga aspek utama, yaitu Indonesia sebagai negara maritim, kapal dan teknologi perkapalan, serta laut dan lingkungan. Pembelajaran menggunakan presentasi sekitar 20–25 slide yang dilengkapi segmen “Tahukah Kamu?”, diskusi, dan poster edukasi A3. Respons siswa menunjukkan ketertarikan terhadap materi kelautan dan perkapalan sekaligus membuka ruang untuk memahami keterkaitan perkembangan sektor maritim dengan keberlanjutan lingkungan.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bentuk implementasi tema “Inovasi Edukasi Sains untuk Mewujudkan Generasi Adaptif dan Berpikir Kritis” melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan partisipatif. Edukasi limbah plastik diarahkan pada pembentukan kesadaran ekologis, logika matematika pada penguatan penalaran, sedangkan pengenalan sektor maritim pada perluasan wawasan sains dan teknologi. Pendekatan tersebut sejalan dengan SDG 4: Quality Education, yang menempatkan peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi peserta didik sebagai bagian penting dalam pembangunan pendidikan.

Sebagai tindak lanjut, setiap kegiatan menghasilkan media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan kembali oleh sekolah, berupa poster dan brosur pengelolaan limbah plastik, modul dan materi presentasi logika matematika, serta materi presentasi dan poster sektor maritim. Keberlanjutan manfaat program tetap memerlukan pemanfaatan media tersebut secara konsisten dalam kegiatan pembelajaran. Melalui program ini, Tim II KKN Reguler Universitas Diponegoro Desa Kelangdepok berupaya memberikan kontribusi terhadap penguatan kualitas pendidikan di Kecamatan Bodeh dengan menghadirkan edukasi sains yang tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi mendorong siswa untuk berpikir kritis, memahami persoalan secara kontekstual, serta memiliki kapasitas adaptif dalam menghadapi tantangan lingkungan dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Penulis/Reporter: Tim Humas & Publikasi KKN-R UNDIP Tim II Desa Kelangdepok 2026

Fotografer: Tim Dokumentasi KKN-R UNDIP TIM II Desa Kelangdepok 2026

Kontak Media / Humas Kelompok: kelangdepokkknr@gmail.com / @kknrkelangdepok.2026

  • Tim Humas & Publikasi KKN-R UNDIP Tim II Desa Kelangdepok 2026
  • Tim II KKN-R Universitas Diponegoro Desa Kelangdepok
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!