Memperbarui Wajah Spasial Campuranom: Mahasiswa KKN-T IDBU 21 UNDIP Susun Peta Administrasi Desa 2026
Temanggung, 2 Agustus 2026 – Mahasiswa KKN-T IDBU 21 UNDIP 2026 menyelesaikan salah satu program kerja individu berupa penyusunan dan pemasangan Peta Administrasi Desa Campuranom Tahun 2026. Program yang dilaksanakan di Desa Campuranom, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, ini bertujuan menyediakan informasi spasial desa yang lebih mutakhir, informatif, dan mudah dipahami sebagai salah satu media pendukung bagi pemerintah maupun masyarakat desa.
Peta administrasi merupakan salah satu bentuk informasi spasial yang dapat membantu menggambarkan kondisi suatu wilayah secara lebih jelas. Selain menunjukkan batas dan pembagian wilayah, peta dapat memuat berbagai informasi pendukung seperti jaringan jalan, penggunaan lahan, serta fasilitas yang terdapat di dalam wilayah desa. Ketersediaan informasi tersebut dapat membantu masyarakat maupun pemerintah desa dalam memahami kondisi wilayah dan mendukung berbagai kebutuhan perencanaan.
Desa Campuranom terdiri atas empat dusun, yaitu Tegalrukem, Putihan, Mindikan, dan Getas. Keempat dusun tersebut memiliki karakteristik wilayah dan kondisi penggunaan lahan yang beragam. Oleh karena itu, penyusunan peta administrasi yang dapat menggambarkan kondisi wilayah secara lebih jelas menjadi salah satu upaya untuk menyediakan informasi spasial yang lebih terstruktur dan mudah diakses.
Proses Penyusunan Peta
Penyusunan Peta Administrasi Desa Campuranom Tahun 2026 dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pengumpulan data hingga proses pencetakan. Tahap awal dilakukan dengan mengumpulkan data spasial dan data pendukung yang berkaitan dengan wilayah Desa Campuranom. Data tersebut kemudian diolah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan memanfaatkan citra satelit sebagai salah satu sumber informasi mengenai kondisi permukaan wilayah.
Tahap pengolahan dilanjutkan dengan proses digitasi untuk menggambarkan berbagai unsur spasial yang terdapat di Desa Campuranom. Informasi yang disusun meliputi batas administrasi, pembagian wilayah dusun, jaringan jalan, jaringan sungai, penggunaan lahan, serta fasilitas umum yang terdapat di wilayah desa.
Selain pengolahan data secara digital, proses penyusunan juga didukung dengan observasi lapangan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu mencocokkan informasi yang diperoleh dari data spasial dengan kondisi yang dijumpai secara langsung di lapangan. Koordinasi dengan perangkat desa juga dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi administrasi dan kebutuhan informasi yang perlu ditampilkan dalam peta.
Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyusunan layout, penyesuaian simbol dan legenda, serta pemeriksaan kembali informasi yang telah dimasukkan. Tahapan ini dilakukan agar peta tidak hanya memiliki informasi yang lengkap, tetapi juga dapat dibaca dan dipahami dengan mudah oleh pengguna.
“Bagi kami, peta ini bukan hanya menjadi salah satu luaran dari kegiatan KKN, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi yang bisa tetap dimanfaatkan oleh Desa Campuranom setelah KKN selesai. Kami berusaha menyusun informasi yang ada agar lebih mudah dipahami dan sesuai dengan kondisi wilayah yang kami temui selama di lapangan. Harapannya, peta ini tidak hanya dipasang sebagai informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan dan diperbarui kembali sesuai dengan perkembangan desa.” ujar Farell Zhafa, mahasiswa Teknik Geologi Universitas Diponegoro sekaligus pelaksana program kerja individu.
Menghasilkan Peta Administrasi Desa Tahun 2026
Setelah melalui proses pengolahan dan validasi, Peta Administrasi Desa Campuranom Tahun 2026 kemudian dirampungkan dalam bentuk peta cetak dan digital. Peta disusun dengan skala 1:5.000 dan memuat berbagai informasi mengenai wilayah Desa Campuranom.
Informasi yang ditampilkan antara lain batas administrasi, pembagian wilayah dusun beserta RW dan RT, jaringan jalan, jaringan sungai, fasilitas umum, serta penggunaan lahan. Peta juga dilengkapi dengan informasi pendukung mengenai jumlah penduduk pada masing-masing dusun berdasarkan data yang digunakan dalam penyusunan peta.
Keberadaan berbagai informasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi wilayah Desa Campuranom secara lebih menyeluruh. Peta juga dapat menjadi media informasi yang lebih mudah digunakan ketika pemerintah desa maupun masyarakat membutuhkan gambaran mengenai lokasi dan pembagian wilayah tertentu.
Peta Dipasang di Kantor Desa
Sebagai tahap akhir program, peta cetak dipasang di Kantor Desa Campuranom pada 2 Agustus 2026. Pemasangan tersebut menjadi bentuk penyerahan hasil program kepada pihak desa sehingga produk yang dihasilkan selama pelaksanaan KKN dapat dimanfaatkan secara langsung setelah program selesai.
Dengan ditempatkannya peta di Kantor Desa, informasi mengenai wilayah Campuranom dapat diakses dengan lebih mudah oleh perangkat desa maupun masyarakat. Peta tersebut juga dapat digunakan sebagai media pendukung ketika diperlukan informasi mengenai pembagian wilayah, jaringan jalan, kondisi penggunaan lahan, maupun unsur spasial lainnya yang tercantum di dalam peta.
Menurut kami, peta seperti ini memang cukup dibutuhkan karena bisa menjadi gambaran wilayah desa yang mudah dilihat bersama. Dengan adanya pembaruan ini, informasi yang ada di peta juga bisa menjadi bahan untuk melihat kondisi desa dan kebutuhan wilayah ke depannya,” ujar Rizki Yohana, Kepala Dusun Tegalrukem, Desa Campuranom.
Menjadi Data Pendukung bagi Desa
Penyusunan dan pemasangan Peta Administrasi Desa Campuranom Tahun 2026 menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T IDBU 21 UNDIP dalam mendukung ketersediaan informasi spasial di tingkat desa. Program ini tidak hanya berfokus pada pembuatan produk peta, tetapi juga pada penyediaan informasi yang dapat digunakan dan dikembangkan sesuai kebutuhan Desa Campuranom.
Keberadaan peta tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah desa dalam memperoleh gambaran wilayah secara lebih terstruktur, sekaligus memberikan informasi yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Dalam jangka panjang, peta dapat menjadi salah satu data dasar yang diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan wilayah, seperti perubahan penggunaan lahan, jaringan jalan, fasilitas, maupun kondisi administrasi desa.
Melalui program ini, hasil kegiatan KKN diharapkan tidak berhenti setelah masa pelaksanaan berakhir, tetapi dapat terus memberikan manfaat bagi Desa Campuranom. Peta yang telah disusun menjadi salah satu bentuk dokumentasi spasial desa yang dapat dikembangkan dan diperbarui sesuai kebutuhan di masa mendatang.
- Farell Zhafa Fernanda
- Mahasiswa Program Studi Teknik Geologi, Universitas Diponegoro
- Setuju






