Manfaatkan Maggot Sebagai Pakan Ternak, Mahasiswa KKN-R Undip Dukung Masyarakat Desa Duyungan Untuk Kelola Sampah Melalui Budidaya Maggot.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Universitas Diponegoro menginisiasi program budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai upaya pengurangan sampah orgnaik rumah tangga sebagai penyediaan pakan alternatif untuk ternak lele dan ayam sebagai sumber protein yang tinggi di Desa Duyungan. Program ini merupakan salah satu inisiatif yang diusulkan dalam rangkaian kegiatan KKN-R Undip oleh Nadhira Rahmalia Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro sebagai penanggung jawab pelaksana.
Desa Duyungan telah memiliki fasilitas tempat pembuangan sampah berbasis Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R). Namun, pemanfaatan limbah organik rumah tangga dinilai belum optimal. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-R Undip memandang perlu adanya solusi konkret yang tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Desa Duyungan. Budidaya maggot BSF dipilih untuk mengurangi sampah dalam waktu singkat sekaligus dapat diolah menjadi pakan ternak yang memiliki nutrisi tinggi.
Dalam pelaksanaannya, program ini dilakukan dengan melakukan metode sosialisai dan pendampingan langsung kepada masyarakat. Mahasiswa memberikan edukasi mengenai cara budidaya maggot mulai dari tahap awal hingga panen sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan menghasilkan nilai jual. Selain itu, masyarakat juga dibimbing mengenai perancangan desain kandang maggot yang ideal melalui ilustrasi pembuatan biopond hingga kandang lalat BSF. Kegiatan ini menyasar masyarakat desa secara luas, khususnya bagi peternak yang berpotensi mengadopsi metode ini untuk menekan biaya pakan sekaligus mendukung praktik peteranakn yang lebih ramah lingkungan.
Kegiatan sosialisasi dan pendampingan dilaksanakan dengan menghadirkan Kepala Desa, Sekretaris Desa, serta seluruh Ketua RT Desa Duyungan sebagai audiens, sehingga program ini dapat tersampaikan dan dapat berjalan selaras dengan sistem pengelolaan sampah yang telah ada di Desa Duyungan. Dalam kegiatan sosialisai tersebut, masyarakat juga diperkenalkan dengan bibit maggot sebagai bentuk harapan kami dalam keberlanjutan budidaya maggot ini. Kolaborasi antara mahasiswa dengan perangkat desa dan masyarakat diaharapkan juga mampu melanjutkan program kami, tidak hanya selama masa KKN berlangsung tetapi juga setelah mahasiswa menyelesaikan tugasnya di Desa Duyungan.
Melalui program ini, besar harapan mahasiswa KKN dapat mendorong terciptanya unit budidaya maggot mandiri sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan di TPS3R Desa Duyungan. Selain menghasilkan produk maggot yang bernilai ekonomis, program ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung Desa Duyungan menuju pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
- Nadhira Rahmalia
- Mahasiswa Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro
- Setuju







