Manfaatkan Limbah Ternak, Kelompok Tani Desa Cemeng Kembali Gunakan Alat Pengolahan Pupuk
Sragen, Desa Cemeng — Potensi peternakan yang cukup besar di Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, menghasilkan limbah ternak berupa kotoran hewan (kohe) yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro mengadakan Sosialisasi Optimalisasi Pengelolaan Limbah Ternak Sapi pada 25 Juli 2026 di Koperasi Desa Cemeng.
Kegiatan ini diikuti oleh delapan kelompok tani, dengan masing-masing kelompok terdiri dari sekitar lima orang. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran seluruh kelompok tani yang telah diundang. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemanfaatan limbah ternak, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan kembali fungsi alat pengolahan pupuk yang telah tersedia di Desa Cemeng namun belum dimanfaatkan secara optimal.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi yang dibawakan oleh Bapak Naryono selaku Ketua BUMDes Desa Cemeng mengenai pemanfaatan kotoran ternak dan pentingnya pengelolaan limbah secara tepat. Kotoran hewan yang dibiarkan menumpuk dan tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan permasalahan lingkungan maupun berpotensi mengganggu kesehatan. Oleh karena itu, masyarakat diperkenalkan pada alternatif pemanfaatan kohe sebagai bahan dasar pupuk organik yang memiliki nilai guna bagi kegiatan pertanian.
Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pengolahan pupuk menggunakan alat yang tersedia di Desa Cemeng, yaitu alat penghalus dan alat pengayak. Demonstrasi ini menjadi bagian penting dalam kegiatan karena menunjukkan secara langsung bahwa alat yang sebelumnya kurang dimanfaatkan tersebut masih dapat digunakan dengan baik.
Bahan yang digunakan dalam demonstrasi antara lain 10 kilogram kotoran ternak, EM4, molase, air secukupnya, dan arang sekam sebanyak 20 persen dari berat kotoran ternak atau sekitar 2 kilogram untuk 10 kilogram kohe. EM4 dan molase terlebih dahulu dilarutkan dalam air sebelum digunakan dalam proses pengolahan.
Proses demonstrasi berlangsung secara interaktif. Tidak hanya menyaksikan, beberapa anggota kelompok tani turut mencoba menggunakan alat pengolahan secara langsung. Terdapat tiga unit alat yang digunakan secara bergantian oleh para peserta. Bapak Naryono selaku Ketua BUMDes Desa Cemeng serta kami mahasiswa KKN juga turut terlibat dalam demonstrasi dan mendampingi peserta selama proses penggunaan alat.
Keterlibatan langsung kelompok tani memberikan pengalaman praktis kepada peserta mengenai cara mengoptimalkan alat yang telah tersedia di desa. Dari proses tersebut, peserta dapat melihat bahwa kotoran ternak yang sebelumnya hanya menumpuk di sekitar area peternakan dapat diolah menjadi pupuk organik yang memiliki manfaat bagi kegiatan pertanian.
Sebagai bentuk tindak lanjut, hasil pengolahan pupuk juga dibagikan kepada peserta dalam bentuk sampel yang dikemas dalam goodie bag. Setiap peserta memperoleh sampel pupuk serta bahan pendukung seperti EM4, sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui sosialisasi dan demonstrasi, tetapi juga membawa hasil pengolahan yang dapat menjadi contoh untuk diterapkan lebih lanjut.
Kegiatan ini memberikan pemahaman baru kepada kelompok tani Desa Cemeng bahwa limbah ternak tidak selalu menjadi sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat diolah dan dimanfaatkan kembali menjadi produk yang berguna. Selain itu, peserta juga mengetahui bahwa alat pengolahan pupuk yang telah tersedia di Desa Cemeng masih dapat dimanfaatkan dengan baik, sehingga keberadaan fasilitas tersebut dapat dioptimalkan untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat.
Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Desa Nomor 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, khususnya melalui upaya pemanfaatan kembali limbah ternak menjadi produk yang bernilai guna. Pengelolaan limbah secara tepat diharapkan dapat mengurangi penumpukan limbah sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, kami mendorong kelompok tani Desa Cemeng untuk melihat limbah ternak sebagai sumber daya yang masih memiliki manfaat. Optimalisasi alat pengolahan yang telah tersedia serta pemanfaatan kohe menjadi pupuk organik diharapkan dapat terus diterapkan secara mandiri dan menjadi salah satu langkah sederhana menuju pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan di Desa Cemeng.
- Azahra Nurul Aini Syuza
- Mahasiswa Program Studi Manajemen, Universitas Diponegoro
- Setuju







