Manfaatkan Galon Bekas, Mahasiswa KKN Dorong Kemandirian Pangan melalui Edukasi Budikdamber Berbasis Akuaponik di Desa Tengengkulon.

Sosialisasi dengan Ibu PKK dan Pengurus Posyandu.

 

Tengengkulon, 31 Juli 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui “Implementasi Budidaya Ikan Berbasis Akuaponik Sederhana Menggunakan Galon Bekas sebagai Upaya Mendukung Ketahanan Pangan Keluarga”. Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK dan pengurus Posyandu Desa Tengengkulon sebagai kelompok yang memiliki peran penting dalam pengelolaan pangan, gizi, dan kesehatan keluarga.

Program ini merupakan bentuk penerapan ilmu perikanan melalui teknologi budidaya sederhana yang dapat diterapkan pada skala rumah tangga dengan lahan terbatas. Mahasiswa KKN UNDIP memperkenalkan galon bekas sebagai media pemeliharaan ikan, sedangkan bagian atas galon dimanfaatkan sebagai tempat tumbuh kangkung menggunakan ceting atau besek plastik yang telah dimodifikasi. Integrasi ikan dan tanaman tersebut menerapkan konsep akuaponik sederhana sehingga masyarakat dapat menghasilkan ikan dan sayuran dalam satu sistem.

Dalam kegiatan sosialisasi, peserta diberikan pemahaman mengenai teknik dasar budidaya ikan, mulai dari pemilihan dan penebaran benih, pemberian pakan, pemeliharaan ikan, hingga pengelolaan kualitas air. Mahasiswa juga menjelaskan prinsip kerja sistem akuaponik, yaitu nutrien yang berasal dari hasil metabolisme ikan dan sisa pakan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Akar kangkung yang berada pada bagian atas media kemudian membantu menyerap nutrien terlarut dalam air.

 

Penggunaan ceting atau besek plastik sebagai wadah tanaman dipilih karena mudah diperoleh, ekonomis, dan dapat dimanfaatkan kembali. Ceting/besek ditempatkan pada bagian atas galon sehingga akar kangkung dapat menjangkau air budidaya. Dengan memanfaatkan bahan yang sederhana dan tersedia di lingkungan rumah tangga, sistem ini diharapkan lebih mudah direplikasi oleh masyarakat.

Sosialisasi Budikdalon Kepada Masyarakat

Sosialisasi juga menghubungkan budidaya ikan dengan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi keluarga. Ikan merupakan sumber protein hewani yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Sementara itu, kangkung dapat menjadi sumber sayuran untuk melengkapi menu keluarga. Dengan demikian, satu sistem budidaya dapat menghasilkan dua komoditas pangan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

Materi juga dikaitkan dengan upaya pencegahan stunting, terutama melalui peningkatan kesadaran mengenai pentingnya konsumsi pangan bergizi dan protein hewani. Pengurus Posyandu memiliki peran dalam edukasi serta pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak, sedangkan ibu-ibu PKK berperan dalam pengelolaan pangan dan penerapan pola makan keluarga. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak dini.

Penyerahan bingkisan berupa bibit lele dan bibit kangkung kepada ibu PKK

Kegiatan dilengkapi dengan demonstrasi dan praktik langsung, mulai dari persiapan galon bekas, pembuatan media budidaya, pemasangan ceting/besek plastik, penebaran benih ikan, penanaman kangkung, hingga penjelasan mengenai pemberian pakan dan pemeliharaan. Mahasiswa juga membagikan bingkisan berupa media budidaya seperti bibitikan lele dan bibit kangkung agar dapat di laksanakan di rumah tangga masing masing. Pemanfaatan galon bekas dan ceting/besek plastik juga menjadi bentuk penerapan prinsip reuse dengan mengubah barang yang sudah tidak digunakan menjadi media yang produktif.

Mahasiswa KKN UNDIP berharap masyarakat Desa Tengengkulon dapat memperoleh keterampilan dalam mengembangkan budidaya ikan skala rumah tangga yang sederhana, hemat lahan, dan produktif melalui program ini. Sistem tersebut diharapkan dapat diterapkan secara mandiri dan dikembangkan sesuai dengan kondisi rumah tangga masing-masing.

Melalui konsep “satu galon, dua hasil”, budidaya ikan dan kangkung diharapkan menjadi langkah sederhana untuk meningkatkan akses pangan bergizi, memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan konsumsi ikan, serta mendukung upaya Ketahanan pangan di Desa Tengengkulon.

  • Fitri Nur Azizah
  • Mahasiswa Program Studi Perikanan Tangkap, Universitas Diponegoro.
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!