Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Perbarui Database Anak Tidak Sekolah demi Data yang Lebih Akurat bagi Pemerintah Desa Banaran

Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen menjadi lokasi pelaksanaan program kerja multidisiplin bertema Anak Tidak Sekolah (ATS) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro. Program ini digagas untuk merespons persoalan data ATS di desa yag belum diperbarui, sehingga berpotensi tidak mencerminkan kondisi anak putus sekolah maupun anak yang tidak bersekolah secara akurat.

Mahasiswa KKN, salah satunya dari Program Studi Administrasi Publik, berperan aktif dalam menyusun ulang database ATS melalui proses pendataan dan verifikasi lapangan. Proses verifikasi dilakukan bersama bayan desa selaku perangkat yang memiliki pemahaman langsung terhadap kondisi warga di masing-masing dusun. Melalui koordinasi tersebut, data anak yang tidak bersekolah pada tahun 2025 berhasil dikonfirmasi ulang satu per satu, meliputi kesesuaian identitas, status pendidikan terkini, serta kondisi terbaru setiap anak.

Sebagai luaran utama, mahasiswa menghasilkan database ATS terbaru yang lebih valid dan mutakhir, yang kemudian diserahkan kepada Kepala Desa sebagai bahan informasi bagi Pemerintah Desa. Database tersebut menjadi dasar penting dalam menentukan arah tindak lanjut penanganan ATS di tingkat desa, baik dalam bentuk intervensi program pendidikan maupun pendampingan sosial lainnya. Dengan tersedianya data yang lebih akurat, pemerintah desa memiliki basis yang lebih kuat untuk merancang kebijakan yang tepat sasaran.

Langkah ini turut mendukung upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) ke-4 mengenai Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya jaminan pendidikan inklusif dan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak tanpa terkecuali. Pembaruan database ATS menjadi langkah awal yang krusial dalam alur tersebut, sebab intervensi kebijakan pendidikan yang tepat sasaran hanya dapat dirancang apabila data yang menjadi dasarnya akurat dan mutakhir.

Pembaruan database ini menjadi salah satu bentuk penguatan tata kelola data kependudukan di tingkat desa, sekaligus contoh nyata bagaimana manajemen informasi yang baik dapat mendukung pengambilan keputusan pemerintah desa. Database yang telah diperbarui ini diharapkan dapat terus dipelihara secara berkala, sehingga keakuratan data tetap terjaga seiring dengan perubahan kondisi anak dari waktu ke waktu. Dengan tersedianya sistem data yang lebih tertata, Pemerintah Desa memiliki modal informasi yang lebih kuat untuk merancang program pendidikan maupun pendampingan sosial yang tepat sasaran, sejalan dengan semangat SDGs ke-4 dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan merata bagi seluruh anak.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap Pemerintah Desa Banaran dapat lebih responsif dalam menangani persoalan ATS berdasarkan data yang valid dan terkini, sekaligus menjadikan tata kelola data kependudukan sebagai fondasi penting bagi perumusan kebijakan pendidikan di tingkat desa.

  • Muhammad Luthfi Aqsha
  • Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!