JATENG.NET, GROBOGAN — Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pencegahan stunting berkelanjutan, mahasiswa KKN-T Tim 116 Universitas Diponegoro Tahun 2025 melaksanakan rangkaian program edukatif dan inovatif di Desa Kalangdosari, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan.
Kegiatan ini berlangsung sejak Juli hingga Agustus 2025 dengan fokus pada edukasi gizi seimbang bagi anak dan penguatan kapasitas pelaku UMKM pangan lokal.
Pada Kamis, 24 Juli 2025, mahasiswa menggelar program “Gizi Seru dari Dapur” yang melibatkan 45 anggota KKN di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, dr. Endang Sri Lestari, Ph.D., Dr. dr. Siti Fatimah Pradigdo, M.Kes., Dr. Ir. Fahmi Arifan, S.T., M. Eng., M.M., IPM., ASEAN Eng., serta dikoordinatori oleh Salman.
Kegiatan ini menghadirkan beragam pelatihan dan praktik pembuatan pangan sehat seperti kaki naga tinggi protein, nutri ball tempe, permen sehat pepaya, onigiri isi ikan nila, dan nugget sayur.
Selain itu, mahasiswa memberikan edukasi psikoedukatif gizi anak usia dini melalui cerita dan permainan, pelatihan manajemen usaha efisien, analisis kelayakan usaha, hingga panduan penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP) bagi UMKM pangan sehat.
Warga menyambut antusias kegiatan ini. Salah satu peserta mengungkapkan rasa terbantunya dengan pengetahuan baru dalam mengolah bahan lokal menjadi produk sehat, menarik, dan terjangkau.

Tak berhenti di situ, pada 8–9 Agustus 2025, mahasiswa melanjutkan program melalui kegiatan “Branding Gizi UMKM: Inovasi Branding Produk Pangan Sehat UMKM Lokal Anti Stunting”.
Pendekatan dilakukan secara door to door ke rumah pelaku UMKM untuk memberikan edukasi tata kelola usaha pangan sehat berbasis lokal, mulai dari strategi branding, pencatatan keuangan sederhana, hingga keamanan pangan untuk mencegah kontaminasi bakteri.
Mahasiswa juga membagikan modul edukatif yang memuat panduan branding gizi UMKM, strategi pemasaran, kemasan ramah lingkungan, resep inovatif pangan bergizi berbasis lokal, serta teknik pelabelan gizi. Bahkan, mahasiswa membantu langsung memberi label gizi pada produk UMKM untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjamin keamanan konsumsi.
Seorang pelaku UMKM menyampaikan apresiasinya, “Terima kasih sudah dibuatkan label gizi, diberikan contoh resep, dan modul yang sangat membantu usaha saya.”
Melalui rangkaian program ini, mahasiswa UNDIP menunjukkan bahwa edukasi gizi dapat dikemas secara kreatif dan aplikatif, sekaligus memberdayakan UMKM untuk menghadirkan produk pangan sehat, aman, dan bernilai jual tinggi.
Harapannya, upaya ini dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, memperkuat ketahanan pangan lokal, dan mencegah stunting secara berkelanjutan di Desa Kalangdosari.











