Mahasiswa KKN UNDIP Susun SOP Budidaya Maggot untuk Dukung Ketahanan Pangan Perikanan Lele BUMDes Desa Segaran
Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2025/2026 di Desa Segaran, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, mahasiswa KKN UNDIP Program Studi Administrasi Publik angkatan 2023, Mal’a Ghorza Mazaya, menyusun buku Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) yang dilaksanakan pada tanggal 6–10 Agustus 2026.
Penyusunan SOP ini dilakukan untuk menunjang program kerja multidisiplin 2 yang diusung tim KKN, yaitu “Optimalisasi Budidaya Maggot sebagai Pakan Alternatif Lele BUMDes Berbasis Pemanfaatan Sampah Organik”. Program ini bertujuan mendukung unit ketahanan pangan perikanan lele yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bejo Raharjo Segaran, dengan menghadirkan maggot sebagai sumber pakan alternatif yang bernutrisi tinggi, berbiaya rendah, sekaligus memanfaatkan sampah organik yang ada di lingkungan desa.
SOP ini disusun sebagai pedoman baku bagi pengelola BUMDes dalam menjalankan tahapan budidaya, mulai dari persiapan kandang, penetasan telur, pembesaran larva, pemberian pakan, hingga panen dan pengolahan hasil berupa maggot segar, maggot kering/tepung, dan kasgot (pupuk organik).
Kegiatan penyusunan SOP diawali dengan observasi langsung ke kandang penangkaran lalat BSF yang telah dibangun di area BUMDes, dilanjutkan dengan pendampingan teknis terkait parameter lingkungan yang perlu dipantau, seperti suhu ruangan pada kisaran 27–32°C dan kelembapan media 60–80%, agar proses penetasan telur hingga pembesaran larva dapat berjalan optimal.
Selain itu, anggota tim KKN lainnya turut menyusun dokumen pendamping berjudul “Pemanfaatan Maggot sebagai Pakan Alternatif Lele BUMDes”, yang secara khusus menjelaskan cara mengintegrasikan hasil panen maggot dengan kebutuhan pakan lele pada unit ketahanan pangan perikanan milik desa.

Kedua dokumen yang disusun oleh mahasiswa dan tim KKN tersebut diserahkan secara simbolis kepada pengelola BUMDes yang membawahi unit perikanan lele desa, agar dapat dijadikan acuan kerja yang konsisten dalam menjalankan budidaya maggot maupun pemanfaatannya sebagai pakan ikan.
Pak Slamet, pihak BUMDes yang selama ini mengelola dan merawat kolam lele milik desa, menyambut baik kehadiran SOP tersebut dan berharap maggot dapat benar-benar diterapkan sebagai pakan alternatif bagi lele budidaya. “Selama ini biaya pakan pelet itu paling besar pengeluarannya. Kalau maggot ini bisa rutin dipanen dan dicampurkan ke pakan lele, tentu sangat membantu mengurangi biaya, apalagi katanya kandungan proteinnya juga tinggi,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberadaan SOP tertulis ini memudahkan dirinya dan pengelola lain dalam menjalankan budidaya secara konsisten, tanpa harus mengandalkan perkiraan atau kebiasaan yang berbeda-beda antarpengelola.
“Dengan adanya panduan ini, kita jadi tahu suhu dan kelembapan yang pas, kapan waktu panen yang tepat, sampai cara mengolah sisa medianya jadi pupuk. Harapannya unit lele dan maggot ini bisa saling menopang dan menambah pemasukan BUMDes,” tambah Pak Slamet.
Sebagai penutup rangkaian program, mahasiswa KKN berharap SOP Budidaya Maggot ini dapat terus digunakan dan ditinjau ulang secara berkala oleh BUMDes Bejo Raharjo Segaran, sejalan dengan perkembangan kondisi lapangan, sehingga unit ketahanan pangan perikanan lele desa dapat berjalan lebih mandiri dan berkelanjutan (Agustus 2026).
- Mal'a Ghorza Mazaya
- Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Diponegoro angkatan 2023
- mazayam407@gmail.com
- 085942023491
-
WhatsApp-Image-2026-08-11-at-6.11.40-PM - Setuju





