Mahasiswa KKN Undip Sukses Menggadakan Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Guna Mewujudkan Pengolahan Limbah Ternak Sapi Menjadi Pupuk Organik di Desa Cemeng

Mahasiswa KKN Tim II Undip sukses mengadakan kegiatan sosialisasi dan edukasi sebagai program multidisiplin dengan bertajuk “Pengelolaan Limbah Ternak Sapi Menjadi Pupuk Kompos”. Kegiatan ini sebagai langkah untuk mendukung lingkungan yang bersih dan pemanfaatan limbah ternak yang berdaya guna. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026, yang berlokasi di Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Dalam acara ini dihadiri sekitar 40 orang yang merupakan anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Cemeng.

Kegiatan ini mengusung semangat pencapaian Sustainable and Development Goals poin 12. Melalui pengolahan kotaran hewan menjadi pupuk organik, masyarakat diajak untuk mengurangi pola produksi yang dapat menghasilkan limbah tak terolah dengan beralih ke pola pengolahan sumber daya yang mengahasilkan nilai ekonomi dan ramah lingkungan. Dalam kegiatan ini hadir juga narasumber dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Bapak Triyono, S. Tr.P., beliau memberikan materi mengenai pentingnya daur ulang limbah ternak. Seusai pemaparan materi dilanjutkan dengan demontrasi dan praktik pembuatan pupuk organik secara langsung dihadapan anggota Gapoktan.

Pada sesi praktik, kotoran hewan terlebih dahulu diolah menggunakan alat pencacah untuk memperhalus terkstur dan memperkecil ukuran, setelah dilakukan pecacahan, kotoran hewan tadi dicampur merata dengan lauran fermentasi yang terdiri dari EM4, Molase, serta Air dengan takaran yang seimbang guna melalui proses fermentasi. “Proses fermestasi dibutuhkan waktu sekitar 2 minggu dan perlu dipantau supaya suhunya tidak terlalu panas” jelas Bapak Triyono. Ia juga menambahkan “Apabila proses fermentasi telah selesai maka pupuk akan mengeluarkan aroma yang khas, yang mana menyerupai aroma tape”.

Melalui pendampingan dan edukasi yang berbasis praktik masyarakat Desa Cemeng diharapkan dapat mengola limbah kotoran sapi secara mandiri, hal ini menjadi langkah nyata dalam penerapan sumber daya lokal untuk mendukung tercapainya pertenakan dan pertanian yang mandiri, minim limbah, serta dapat berkelanjutan.

 

  • Ariel Putra Ahabba
  • Mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!