Mahasiswa KKN Undip Menyusun Perangkap Tikus dari Galon Bekas
DUKUH CIRO, DESA KEDEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 2 Universitas Diponegoro, Syahrul Jauhar Asy-Syafii dari Program Studi S1 Psikologi, melaksanakan program penyusunan perangkap tikus di industri tahu rumahan yang berada di Dukuh Ciro, Desa Keden, pada Rabu, 29 Juli 2026. Program ini bertujuan untuk mengurangi gangguan hama tikus yang sering memasuki area produksi tahu sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman dan aman bagi para karyawan. Perangkap tersebut dibuat dengan memanfaatkan galon bekas limbah rumah tangga sebagai bahan utama, sehingga sekaligus mendukung upaya pengurangan sampah di lingkungan masyarakat.
Program ini berawal dari hasil asesmen lapangan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN selama kegiatan pengabdian di Desa Keden. Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa lokasi industri tahu rumahan berada di kawasan yang berdekatan dengan area persawahan. Kondisi tersebut menyebabkan area produksi cukup rentan terhadap serangan hama tikus yang kerap masuk untuk mencari sumber makanan. Kehadiran tikus tidak hanya mengganggu aktivitas produksi, tetapi juga berpotensi menurunkan kenyamanan dan kebersihan lingkungan kerja.
Menanggapi kondisi tersebut, Syahrul Jauhar Asy-Syafii merancang program pembuatan perangkap tikus sederhana dengan memanfaatkan galon bekas yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Selain memiliki biaya yang relatif murah, penggunaan galon bekas juga menjadi solusi kreatif dalam mengurangi limbah rumah tangga yang masih dapat dimanfaatkan kembali. Proses penyusunan perangkap dilakukan dengan mempertimbangkan efektivitas penangkapan tikus sekaligus kemudahan perawatan oleh pemilik industri tahu.
Pemilik industri tahu dan masyarakat setempat menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Mereka menilai inovasi yang diberikan mahasiswa KKN tidak hanya membantu mengatasi permasalahan hama tikus, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pemanfaatan barang bekas menjadi sarana yang bermanfaat. Salah satu pemilik industri tahu rumahan setempat menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Selama ini tikus memang menjadi salah satu kendala karena lokasi industri dekat dengan sawah. Perangkap yang dibuat sederhana, menggunakan barang bekas, dan mudah diterapkan. Semoga dapat membantu mengurangi gangguan tikus di area produksi,” ujarnya.
Keberadaan perangkap tikus diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menjaga kebersihan area produksi serta meningkatkan kenyamanan kerja bagi para karyawan industri tahu rumahan. Selain itu, pemanfaatan limbah galon bekas menjadi contoh penerapan prinsip ramah lingkungan yang dapat direplikasi oleh masyarakat untuk mengatasi berbagai permasalahan di sekitarnya.
Program ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Tim 2 Universitas Diponegoro dalam membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat melalui pendekatan berbasis kebutuhan lapangan. Ke depan, mahasiswa KKN berharap inovasi sederhana tersebut dapat terus digunakan dan dikembangkan oleh pemilik industri tahu maupun masyarakat sekitar sehingga tercipta lingkungan usaha yang lebih bersih, nyaman, dan produktif.
- Syahrul Jauhar Asy-Syafii
- Mahasiswa Program Studi Psikologi S1, Universitas Diponegoro
- Setuju





