Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Pelaku UMKM Desa Wangandowo Pentingnya Pencatatan Stok Fisik demi Optimalisasi Tata Kelola Persediaan
Kabupaten Pekalongan 27 Januari 2026 – Desa Wangandowo merupakan desa yang terletak di Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, yang menjadi lokasi pengabdian mahasiswa KKN Reguler Tim 1 2025/2026 Universitas Diponegoro. Desa ini memiliki potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang cukup beragam, khususnya di wilayah Dusun Sabaran. Namun, hingga kini banyak pelaku UMKM di dusun tersebut belum memiliki sistem pencatatan stok barang yang tertib. Ketiadaan pembukuan ini menyulitkan pemilik usaha dalam mengontrol persediaan, sehingga sering terjadi ketidaksesuaian antara barang yang tersedia dengan kebutuhan penjualan.
Melihat kondisi tersebut, Yudha Aditya Pratama, mahasiswa Universitas Diponegoro jurusan Manajemen dan Administrasi Logistik Angkatan 2022 yang tergabung dalam Tim 50 Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Wangandowo, menggagas program kerja bertema “Peningkatan Manajemen Operasional UMKM Desa.” Melalui tema ini, mahasiswa menjalankan program “Pengadaan dan Pendampingan Penggunaan Buku Catatan Stok Fisik” yang bertujuan untuk membangun kesadaran administrasi sederhana bagi pelaku usaha desa.
Dalam pelaksanaan program tersebut, mahasiswa melakukan kunjungan door-to-door dan pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM yang ada di Dusun Sabaran. Jenis usaha disasar adalah toko kebutuhan harian. Mahasiswa tidak hanya membagikan buku stok secara gratis, tetapi juga mengajarkan cara mencatat arus barang masuk dan keluar (in-out) secara disiplin agar stok opname dapat dilakukan dengan mudah.
Salah satu pelaku UMKM yang mendapat pendampingan adalah Ibu Lailatul dan Bapak Bagus, pemilik usaha Toko Kelontong. Ia menyampaikan bahwa sebelumnya ia hanya mengandalkan ingatan dalam memantau barang dagangan, yang seringkali menyebabkan stok barang habis tanpa disadari atau pembelian barang yang menumpuk berlebihan.
“Dulu saya sering bingung kalau barang tiba-tiba habis padahal ada pembeli, karena tidak dicatat. Terima kasih kepada mahasiswa KKN UNDIP Tim 50 yang telah memberikan buku stok dan mengajari cara mengisinya, sekarang usaha saya jadi lebih rapi dan terkontrol,” ujar Ibu Lailatul (27/01/2026).
Melalui pengadaan buku catatan stok fisik dan pendampingan ini, diharapkan UMKM di Desa Wangandowo, khususnya Dusun Sabaran, dapat memiliki manajemen inventaris yang lebih profesional. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan efisiensi usaha, meminimalisir kerugian akibat stok mati, serta mendorong pertumbuhan ekonomi warga Desa Wangandowo yang lebih berkelanjutan.






