JATENG.NET, Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Tim 1 Sub-Tim 65, Ammar Basyara Athindra, Jurusan Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, aktif mendampingi ibu-ibu PKK Desa Cluwuk dalam program pemberdayaan ekonomi berbasis pengembangan produk pangan lokal. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai jual dan daya saing keripik pisang agar mampu menembus pasar luar desa.
Dipimpin oleh Bu Asih selaku Bu Lurah Desa Cluwuk sekaligus Ketua PKK, program ini mendapat antusiasme tinggi dari ibu-ibu PKK yang terlibat penuh sejak awal hingga akhir. Rangkaian kegiatan dimulai pada 17 Januari 2026 dengan sosialisasi awal di Balai Desa Cluwuk.
Pada sesi ini, Ammar dan tim memperkenalkan strategi pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kualitas produksi, inovasi rasa, pengemasan menarik, hingga pemanfaatan media digital untuk pemasaran. Mereka juga menekankan pentingnya legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi PIRT guna membangun usaha berkelanjutan.

Pada 21 Januari 2026, Ammar dan tim melakukan kunjungan ke rumah produksi Ibu Mutmainah, pelaku usaha keripik pisang lokal. Kunjungan ini untuk mengetahui praktik produksi rumah tangga, pengelolaan usaha, serta tantangan seperti efisiensi dan pemasaran. Hasil observasi ini menjadi dasar uji coba produksi inovatif sebelum kegiatan utama.
Puncaknya pada 26 Januari 2026, Ammar memimpin penyuluhan dan praktik langsung di Balai Desa Cluwuk. Ibu-ibu PKK diajari menggunakan alat pencampur bumbu untuk efisiensi, menciptakan varian rasa baru, serta merancang kemasan yang lebih menarik. Khusus untuk pemasaran, Ammar menyediakan dukungan lengkap berupa akun sosial media, platform e-commerce, dan ebook panduan agar produk mudah dipasarkan ke luar daerah.
Tidak berhenti di situ, Ammar juga mensosialisasikan pembayaran digital berbasis QRIS untuk memudahkan transaksi pelanggan. Ia menjelaskan cara pembuatan dan penggunaan QRIS secara sederhana, lengkap dengan poster pendukung yang disebar ke ibu-ibu PKK. “Dengan QRIS, pembayaran jadi cepat dan aman, plus produk kita bisa bersaing di pasar digital,” ujar Ammar saat membagikan materi.
Melalui pendampingan Ammar, ibu-ibu PKK Desa Cluwuk kini lebih percaya diri membangun kemandirian usaha. Program ini tidak hanya tingkatkan inovasi pengolahan dan pemasaran, tapi juga potensi ekonomi desa secara keseluruhan.
