Dorong UMKM Desa Gebang Naik Kelas, Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan Digitalisasi

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) 2026, Theresia Jovanka Sidabutar, melaksanakan program penyuluhan dan pendampingan pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan Google Business Profile bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kunjungan langsung kepada enam pelaku UMKM pada 19 Juli 2026 dan 29 Juli 2026 sebagai upaya mendukung digitalisasi sistem pembayaran sekaligus meningkatkan visibilitas usaha di era digital.

Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam menjalankan usaha. Pemanfaatan pembayaran digital dan media informasi daring dapat membantu pelaku usaha memberikan kemudahan transaksi kepada pelanggan sekaligus memperluas jangkauan promosi. Oleh karena itu, mahasiswa KKN memberikan penyuluhan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing UMKM.

Pada tahap awal, mahasiswa menyampaikan materi mengenai konsep, manfaat, serta mekanisme penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran digital. Pelaku UMKM juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyediakan metode pembayaran non-tunai untuk memberikan alternatif transaksi yang lebih praktis bagi pelanggan. Selain QRIS, mahasiswa memperkenalkan Google Business Profile sebagai sarana untuk meningkatkan keberadaan usaha di Google Search dan Google Maps sehingga lokasi dan informasi usaha dapat lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendampingan secara langsung. Pada 19 Juli 2026, kunjungan dilakukan kepada UD Lestari, Robert Cell, Al Hasanah Alat Jahit, dan Warung Joglo Solo. Selanjutnya, pada 29 Juli 2026, pendampingan dilanjutkan kepada SomChil MeWah dan Soto Seger Bu Pani. Dalam setiap kunjungan, mahasiswa menyesuaikan materi dan pendampingan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Pendampingan QRIS dilakukan dengan membantu pelaku UMKM memahami proses pendaftaran melalui penyedia layanan resmi sesuai persyaratan yang berlaku. Sementara itu, pada Google Business Profile, mahasiswa mendampingi pelaku usaha dalam pembuatan dan pengelolaan profil, termasuk pengisian informasi usaha, lokasi, jam operasional, foto produk, serta informasi kontak. Pendampingan secara langsung dilakukan agar pelaku UMKM tidak hanya mengetahui manfaat teknologi digital, tetapi juga mampu menggunakannya secara mandiri.

Para pelaku UMKM memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut. Pendampingan secara langsung membantu pelaku usaha memahami penggunaan QRIS dan Google Business Profile dengan lebih mudah karena materi dapat langsung diterapkan pada usaha masing-masing. Beberapa pelaku UMKM juga berhasil didampingi dalam proses pembuatan QRIS dan pendaftaran Google Business Profile.

Melalui kegiatan ini, enam pelaku UMKM di Desa Gebang memperoleh tambahan pengetahuan mengenai digitalisasi usaha, khususnya dalam penerapan pembayaran non-tunai dan pemanfaatan platform digital sebagai media promosi. Penggunaan QRIS diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam proses transaksi, sedangkan Google Business Profile dapat membantu meningkatkan visibilitas usaha sehingga lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan.

Program ini menghasilkan pendampingan digitalisasi bagi enam UMKM Desa Gebang, termasuk penyuluhan mengenai QRIS dan Google Business Profile serta bantuan dalam proses pendaftaran dan pengelolaannya. Keberlanjutan pemanfaatan kedua layanan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan kemudahan transaksi, dan memperkuat daya saing usaha di tengah perkembangan ekonomi digital.

  • Theresia Jovanka Sidabutar
  • Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis, FISIP, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!