Mahasiswa KKN UNDIP Dorong Digitalisasi Pelayanan Desa melalui Modul Aspirasi dan Pendataan Legalitas UMKM

Desa Tenggak, Sragen, Jawa Tengah — Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan informasi berbasis digital di tingkat desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro turut melaksanakan program “Digitalisasi Aspirasi Masyarakat dan Legalitas UMKM” di Desa Tenggak, Kecamatan Sragen, Jawa Tengah. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mempermudah akses masyarakat terhadap pelayanan dan informasi desa.

Program tersebut dilaksanakan melalui pengenalan dan pemberian pemahaman mengenai Modul Aspirasi berupa formulir pengaduan dan saran warga, serta kelengkapan kolom informasi legalitas pada direktori UMKM yang terdapat dalam website Desa Tenggak. Kegiatan ini disampaikan oleh Naila Fadia Muhtar, mahasiswa Program Studi S1 Hukum, sebagai bagian dari pelaksanaan program kerja KKN. Dalam kegiatan tersebut, Naila memberikan pemahaman mengenai pentingnya tersedianya sarana digital yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, pengaduan, maupun saran kepada pemerintah desa secara lebih mudah, terstruktur, dan terdokumentasi.

Sebelum adanya website desa, Desa Tenggak belum memiliki media digital resmi yang dapat menjadi wadah terintegrasi bagi penyampaian aspirasi masyarakat sekaligus penyajian informasi mengenai potensi dan pelaku UMKM desa. Oleh karena itu, keberadaan website desa yang baru dikembangkan menjadi peluang untuk meningkatkan keterbukaan informasi serta mendukung pelayanan publik yang lebih efektif. Melalui Modul Aspirasi, masyarakat dapat memiliki alternatif dalam menyampaikan berbagai masukan dan pengaduan yang berkaitan dengan kebutuhan maupun kondisi di lingkungan desa.

Selain aspek aspirasi masyarakat, program ini juga memberikan perhatian terhadap pendataan legalitas UMKM. Kelengkapan kolom legalitas pada direktori UMKM dirancang agar informasi mengenai status legalitas usaha dapat tercatat secara lebih sistematis. Pendataan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah desa memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi administrasi dan legalitas pelaku UMKM di Desa Tenggak, sekaligus menjadi dasar untuk mendukung pembinaan dan pengembangan UMKM di masa mendatang.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya berperan dalam memberikan pemahaman mengenai penggunaan fitur dan pengelolaan informasi, tetapi juga turut mendorong kesadaran mengenai pentingnya administrasi, legalitas usaha, keterbukaan informasi, serta partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Dari perspektif mahasiswa hukum, digitalisasi tersebut juga memiliki relevansi dengan upaya menciptakan pelayanan publik yang lebih tertib, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat.

Pelaksanaan program Digitalisasi Aspirasi Masyarakat dan Legalitas UMKM diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi Desa Tenggak. Website desa tidak hanya menjadi sarana penyebaran informasi, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai media komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat. Dengan adanya Modul Aspirasi dan informasi legalitas UMKM yang lebih lengkap, diharapkan partisipasi masyarakat dapat semakin meningkat dan pengelolaan data UMKM dapat dilakukan secara lebih tertib, sehingga mendukung terwujudnya pelayanan desa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

  • Naila Fadia Muhtar
  • Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!